web analytics

Do’a yang Membingungkan

0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Berdo’a adalah keniscayaan.

Berdo’a adalah bentuk penghambaan diri yang utuh, tanda lemahnya makhluk atas Khaliq-nya yang Maha Kuasa.

Apa artinya kita tanpa do’a?

Bukankah usaha tanpa do’a adalah sombong dan do’a tanpa usaha adalah bohong?

Seberapa kuat dan hebatnya kita dalam berusaha, berdo’a menjadi jawaban atas kepasrahan antara harapan dan ketetapan.

Perihal pentingnya do’a, Nabi bersabda:

اَلدُّعَاءُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّينِ وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

“Doa adalah senjata orang mukmin, pilar agama Islam, dan cahaya langit dan bumi.” (HR. Al-Hakim).

Hingga, tulisan ini dilatarbelakangi dari penggalan surat Ghafir ayat 60 yang berbunyi:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ

“Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan)….”

Satu hal, bahwa setiap yang berdo’a pasti Allah kabulkan: alright?

Agar lebih sederhana, silahkan disimak cerita di bawah ini!

Suatu hari di padang sabana yang luas lagi panas, tampaklah seekor kijang muda yang sedang menikmati hari di sebalik ilalang. Sesekali berjingkrak, sesekali merebah berselimut terpa angin menghadap bentang angkasa.

Siapa sangka, semua romansa itu tampak terekam jelas dalam sepasang mata yang mengawasi penuh selera: dari kejauhan, nasib kijang muda itu berada di ujung taring seekor harimau yang lapar.

Tanpa aba-aba, langkah-langkah berpijak berderap penuh hasrat, mengerahkan cepat hingga dapat. Harimau mengejar kijang, kijang dikejar harimau.

Mereka saling berkejaran.

Di sepersekian detik, di antara langkah yang menderu dan nafas yang memburu, seisi sabana menjadi saksi dari ruang yang paling sunyi.

“Ya Tuhan, tolonglah saya!” Ucap sang kijang untuk keselamatan.

Di sisi lain, “Ya Tuhan, tolonglah saya.”  Ucap sang harimau untuk kelaparan.

Kepada Tuhan yang sama, mereka saling menghaturkan do’anya.

Di akhir, cerita ditutup dengan sebuah pertanyaan: karena Allah mengabulkan setiap do’a, lantas do’a siapa yang layak dikabulkan? Kenapa?

 

 

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
do'aEsai

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Nasib Pendidikan, Buruh, dan Santri Sepuh

Nasib Pendidikan, Buruh, dan Santri Sepuh

Pendidikan untuk Kaum Buruh: Antara Janji Emansipasi dan Kenyataan Eksploitasi

Pendidikan untuk Kaum Buruh: Antara Janji Emansipasi dan Kenyataan Eksploitasi

Feodalisme dalam Pondok Pesantren: Pilar Adab, Stabilitas, dan Pendidikan Karakter

Feodalisme dalam Pondok Pesantren: Pilar Adab, Stabilitas, dan Pendidikan Karakter

Apalah Arti Sebuah Nama

Apalah Arti Sebuah Nama

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi!

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi!

Refleksi Hari Kartini: Menilik Ketangguhan Ekonomi Perempuan di Sektor Lapangan

Refleksi Hari Kartini: Menilik Ketangguhan Ekonomi Perempuan di Sektor Lapangan