web analytics

Khazanah 2026: Makam Sunan Gunung Jati

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">
0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

Cirebon, Elmahrusy Media. (08/01/26) Sebelum adzan subuh bergema dan matahari belum terbit di ufuk timur, bus kami sudah berbaris rapi di area parkiran Sunan Gunung Jati. Kegiatan sholat subuh pun dilaksanakan, semua peserta diarahkan ke masjid. Menyegarkan diri dirasa tepat melalui guyur-guyur air di pagi buta memang amatlah menyejukkan sampai tidak terasa sudah bersandar kami Jawa Barat.

Lepas semua santri sudah segar dan pagi sudah terang cahaya matahari. Panitia memberikan arahan guna cepat merapat ke area Makam Sunan Gunung Jati. Udara pagi Cirebon mengembangkan senyum-senyum dari raut yang sempat muram berkat perjalanan dari Jawa Tengah.

Tahlil pun segera dimulai kala KH. Melvien Zainul Asyiqien yang disambut Agus H. Nabil Ali Ustman berhasil sampai ke area Makam Sunan Gunung Jati. Sebelum sempat memasuki gapura makam, banyak alumni yang menunggu untuk bersalaman. Dengan hangat alumni disapa dan diajak mengikuti tahlil. Hingga Gus Iing berjalan masuk sampai depan Pintu Pasujudan Makam Sunan Gunung Jati. Juru kunci makam yang mengetahui kedatangan Gus Iing membukakan pintu gerbang, terlihatlah banyak sekali anak tangga di hadapan. Setelah membuka pintu, juru kunci makam menemani kami sepanjang tahlil berlangsung.

KH. Reza Ahmad Zahid menyusul tak lama setelah tahlil dimulai. Tahlil yang selesai dipimpin Gus Iing, lalu dilanjutkan pembacaan istighotsah yang dipimpin Gus Reza. Lafadz demi lafadz dzikir kami lantunkan menggema di area makam. Beberapa alumni Istikmal setempat pun mengikuti pembacaan sampai rampung semuanya. Sampai para alumni yang ikut membersamai tahlil mengantar segenap keluarga dzuriyah Al Mahrusiyah ke gapura makam. Foto bersama dipilih guna mengabadikan kedatangan.

Agenda selanjutnya ialah berbelanja. Setelah di makam-makam sebelumnya semua peserta dilarang berbelanja. Di sini peserta bebas menghabiskan waktu sebelum kembali ke bus masing-masing untuk berbelanja. Berbagai oleh-oleh tersedia di pasar sekitar area makam mulai dari pernak-pernik sampai jajanan dan pakaian. Supaya dalam berbelanja peserta putri dan putra tetap terpisah panitia memisah area pasar menjadi dua bagian, satu untuk putri dan satu untuk putra.

Semua sudah masuk ke kantong kresek. Bus pun siap melaju ke tujuan terakhir kami Gedongan, Jawa Barat.

About Post Author

Abidzar Maulana

Ingin bisa segalanya, termasuk menulis
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
Khazanah 2026
ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">

Ingin bisa segalanya, termasuk menulis

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Isra Mi’raj : Momentum Memetik Barokah dan Menjemput Manfaat

Isra Mi’raj : Momentum Memetik Barokah dan Menjemput Manfaat

Kuis Pemantik dan Analogi Unik Warnai Peringatan Isra’ Mi’raj di Asrama Al-Misky

Kuis Pemantik dan Analogi Unik Warnai Peringatan Isra’ Mi’raj di Asrama Al-Misky

Gus Reza Memaknai Isra Mi’raj Dalam Masbro Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah 3 Ngampel

Gus Reza Memaknai Isra Mi’raj Dalam Masbro Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah 3 Ngampel

Masbro dan Is’ra Mi’raj Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

Masbro dan Is’ra Mi’raj Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

Khazanah 2026: Makam Masyayikh Gedongan

Khazanah 2026: Makam Masyayikh Gedongan

Khazanah 2026: Makam Raden Fatah

Khazanah 2026: Makam Raden Fatah