Cirebon, Elmahrusy Media. (08/01/26) Sebelum adzan subuh bergema dan matahari belum terbit di ufuk timur, bus kami sudah berbaris rapi di area parkiran Sunan Gunung Jati. Kegiatan sholat subuh pun dilaksanakan, semua peserta diarahkan ke masjid. Menyegarkan diri dirasa tepat melalui guyur-guyur air di pagi buta memang amatlah menyejukkan sampai tidak terasa sudah bersandar kami Jawa Barat.
Lepas semua santri sudah segar dan pagi sudah terang cahaya matahari. Panitia memberikan arahan guna cepat merapat ke area Makam Sunan Gunung Jati. Udara pagi Cirebon mengembangkan senyum-senyum dari raut yang sempat muram berkat perjalanan dari Jawa Tengah.
Tahlil pun segera dimulai kala KH. Melvien Zainul Asyiqien yang disambut Agus H. Nabil Ali Ustman berhasil sampai ke area Makam Sunan Gunung Jati. Sebelum sempat memasuki gapura makam, banyak alumni yang menunggu untuk bersalaman. Dengan hangat alumni disapa dan diajak mengikuti tahlil. Hingga Gus Iing berjalan masuk sampai depan Pintu Pasujudan Makam Sunan Gunung Jati. Juru kunci makam yang mengetahui kedatangan Gus Iing membukakan pintu gerbang, terlihatlah banyak sekali anak tangga di hadapan. Setelah membuka pintu, juru kunci makam menemani kami sepanjang tahlil berlangsung.
KH. Reza Ahmad Zahid menyusul tak lama setelah tahlil dimulai. Tahlil yang selesai dipimpin Gus Iing, lalu dilanjutkan pembacaan istighotsah yang dipimpin Gus Reza. Lafadz demi lafadz dzikir kami lantunkan menggema di area makam. Beberapa alumni Istikmal setempat pun mengikuti pembacaan sampai rampung semuanya. Sampai para alumni yang ikut membersamai tahlil mengantar segenap keluarga dzuriyah Al Mahrusiyah ke gapura makam. Foto bersama dipilih guna mengabadikan kedatangan.
Agenda selanjutnya ialah berbelanja. Setelah di makam-makam sebelumnya semua peserta dilarang berbelanja. Di sini peserta bebas menghabiskan waktu sebelum kembali ke bus masing-masing untuk berbelanja. Berbagai oleh-oleh tersedia di pasar sekitar area makam mulai dari pernak-pernik sampai jajanan dan pakaian. Supaya dalam berbelanja peserta putri dan putra tetap terpisah panitia memisah area pasar menjadi dua bagian, satu untuk putri dan satu untuk putra.
Semua sudah masuk ke kantong kresek. Bus pun siap melaju ke tujuan terakhir kami Gedongan, Jawa Barat.