Tidak sembarangan judul ini diambil. Sebagai manusia, tidak sedikit dari kita yang tidak peduli dengan keberlangsungan, kelestarian, juga kesejahteraan alam yang memiliki banyak peran untuk kelangsungan berbagai biota maupun manusia itu sendiri. Salah satu dari jutaan hal yang disebabkan oleh manusia sebagai kontribusi untuk merusak alam adalah “sampah”.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)
Secara umum sampah dibagi menjadi dua, yakni organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup sehingga dapat dengan mudah terurai, seperti sisa makanan, daun, kulit buah, dan lain-lain. Sedangkan sampah anorganik berasal dari benda mati yang tidak dapat terurai secara alami, seperti plastik, kaca, kaleng, dan lain-lain.
Dalam hal ini, pembuangan sampah baik organik maupun anorganik secara sembarang tentu memberikan dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan, juga sosial. Hal tersebut dapat menyebabkan penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan banjir, penyebaran penyakit, pencemaran lingkungan dengan merusak pemandangan, dan lain-lain.
Sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan alam, tentu kita harus memberikan timbal balik kepada alam dengan salah satu caranya mengelola sampah. Pengelolaan sampah sebenarnya sangatlah mudah untuk diaplikasikan baik secara individu maupun berkelompok. Dalam hal ini, peran guru serta tokoh masyarakat sangatlah penting dalam membangun kesadaran masyarakat dengan cara mengedukasikan pengelolaan sampah dan keberlangsungan alam.
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)
Cara yang paling mudah dalam pengelolaan sampah yaitu menerapkan sistem 3R yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang). Di sini kita akan membahas seputar daur ulang sampah. Mendaur ulang sampah tidak selalu melulu dilakukan dipabrik ataupun membutuhkan alat yang mahal. Dengan niat, keinginan, serta pergerakan pun kita tentu bisa menyelamatkan alam di rumah.
Baik mendaur ulang sampah organik maupun anorganik dapat memberikan banyak manfaat bagi kita juga alam. Dengan mengolah sampah organik seperti sisa-sisa makanan rumah tangga, kita dapat menghemat biaya membeli pupuk untuk kebutuhan kebun dan menyuburkan tanah.
Emangnya gak bau kalo nimbun sisa-sisa makanan? Memang jika kita menimbun sampah organik secara sembarangan akan menimbulkan bau tidak sedap yang akan membikin para tetangga mengamuk. Tapi untungnya para orang tidaklah habis piker untuk mengatasi masalah terkait bau sampah (bau badan pun bisa diakali). Sudah banyak video maupun artikel tersebar di internet yang menyajikan tutorial mendaur ulang sampah organik rumahan tanpa menimbulkan bau.
Begitu pula dengan sampah anorganik, meski dikenal sebagai sampah yang tidak bisa terurai hingga memerlukan tekad yang bulat dengan semangat berapi-api untuk menemani setiap prosesnya. Lagi-lagi para orang tidak kehabisan akal untuk mengatasinya.
وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ
“Apabila berpaling (dari engkau atau berkuasa), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS. Al-Baqarah: 205)
Dari topik di atas bisa agaknya kita berkontribusi dalam keberlangsungan alam dengan mengelola sampah yang diniatkan untuk menjalankan perintah Tuhan dan menjaga ciptaannya.
Wallahu a’lam.