web analytics

Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka

0 0
Read Time:3 Minute, 23 Second

Jombang, Elmahrusy Media.

Kamis (27/8) sore, rangkaian acara Muktamar ke-35 NU dibuka dengan Agenda Pembukaan Muktamar ke-35 NU. Acara yang dimeriahkan oleh berbagai kalangan muktamirin tersebut berlangsung di Lapangan Untung Suropati.
Acara dibuka dengan tahlil dan do’a bersama. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars Syubbanul Wathon. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 102-103 dan sholawat badar yang dilantunkan oleh Zanial Muhammad Hubaibillah.
Acara selanjutnya, yakni do’a bersama yang dipimpin oleh KH. Hasib Wahab Hasbullah selaku Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Sebelum melantunkan do’a, beliau sempat menekankan sinergi antara ulama dan umara.
“Doktrin Mbah Wahab kepada seluruh warga NU, bahwa negara dan NU tidak bisa dipisahkan. Karena bagaikan uang logam yang memiliki dua sisi, sehingga tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, NU benar-benar cinta tanah air.

صنفان من الناس إذا صلحا صلح الناس، وإذا فسدا فسد الناس: العلماء والأمراء.

Ada dua golongan manusia yang jika keduanya baik, maka baiklah rakyatnya, dan jika keduanya rusak, maka rusaklah rakyatnya, yaitu ulama dan umara (pemimpin).”
Beranjak ke laporan Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU oleh Bapak Saifullah Yusuf. Dalam laporannya, beliau menyampaikan persiapan Muktamar, melingkupi kesiapan sarana dan prasarana, logistik, sampai agenda Muktamar. Selain itu, beliau pun menuturkan dampak ekonomi dan antusiasme nahdliyin dalam acara Muktamar ke-35 NU.
“Sebagai bagian dari dukungan penyelenggaraan, saat ini ada 1.500 stand UMKM yang telah berdiri di sekitar kawasan pesantren. Bazar Muktamar yang berlangsung sejak 20 – 31 Agustus 2026 juga dilengkapi dengan panggung budaya dan pasar malam. Sehingga Muktamar kali tidak hanya menjadi forum organisasi, tapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Kami memperkirakan Muktamar kali ini akan dimeriahkan lebih dari 50.000 orang yang datang dari berbagai penjuru tanah air.”
Sambutan selanjutnya kepada Ketua Umum PBNU yang dibawakan oleh KH. Yahya Cholil Staquf. Beliau turut menekankan bahwa Nahdlatul Ulama berkomitmen untuk mendukung program pemerintah demi kemaslahatan rakyat.
“Nahdlatul Ulama ini hadir membantu membawakan manfaat dari program-program dan agenda pemerintah untuk rakyat. Di samping itu, Nahdlatul Ulama juga harus mampu menyangga kokohnya negara bangsa ini dengan mengembangkan saling tolong-menolong di antara warga. Hadratussyekh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari di dalam Mukadimah Qonun Asasi telah mengatakan, ‘At-Ta’awun huwalladzi ‘alaihi madaru nidhomil umam’ (Tolong-menolong adalah landasan bagi beredarnya tatanan kemasyarakatan). Karena di dalam tatanan masyarakat yang dilandasi prinsip tolong-menolong, orang tidak akan berpikir tentang siapa yang lebih berkuasa, tapi berpikir tentang kerja sama untuk kepentingan bersama, kekuatan bersama, dan kemuliaan bersama. Maka arah Nahdlatul Ulama tidak boleh tidak bersesuaian dengan arah bangsa dan negara.”
Dalam Pembukaan Muktamar ke-35 NU, KH. Miftachul Akhyar turut memberikan sambutan selaku Rais Aam PBNU. Beliau menekankan pentingnya menjaga ilmu dan peran ulama sebagai pewaris para nabi (waratsatul anbiya). Beliau juga mengutip beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis yang menekankan pentingnya ta’awun (tolong-menolong) dan persatuan umat dalam menghadapi tantangan zaman.
Sambutan terakhir dibawakan oleh Bapak Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia. Dalam sambutannya di pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, menegaskan penghormatan pada kiai dan ulama.
“Bung Karno mengatakan ‘Jaz Merah’, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan ‘Jaso’, jangan sekali-kali melupakan jasa ulama. Terima kasih kepada semua ulama yang terkenal maupun kiai-kiai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi, tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita, menjaga kerukunan umat, menjaga kedamaian di desa dan mendoakan bangsa tanpa meminta apapun kepada negara.”
Presiden pun menyatakan bahwa keberhasilan pemerintah saat ini tidak lepas dari dukungan organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Beliau berkomitmen untuk terus membesarkan dan memberdayakan pesantren-pesantren NU. Sebagai bentuk komitmen nyata, Presiden juga merespons kendala administratif terkait sarana pendidikan, di mana sekolah-sekolah di bawah naungan NU akan menerima bantuan layar interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar.
Beliau menutup dengan pesan persatuan, “Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berhikmat, Indonesia bermartabat.”
Setelah menyampaikan sambutan, Bapak Prabowo melanjutkan acara dengan pernyataan pembukaan dan penabuhan bedug sebagai tanda peresmian Pembukaan Muktamar ke-35 NU yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa”.
Wallahu a’lam.

About Post Author

Rahmat Adhy Wicaksana

Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Kepadatan Lalu Lintas Pasca Pembukaan Muktamar ke-35 NU

Kepadatan Lalu Lintas Pasca Pembukaan Muktamar ke-35 NU

Gema Ta’dzim Maulid Nabi Di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah III

Gema Ta’dzim Maulid Nabi Di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah III

Ta’dzim Maulid Nabi Muhammad di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

Ta’dzim Maulid Nabi Muhammad di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

Gus Izzul: “Bagaimana Kita Bisa Mencintai Nabi, Sedangkan Kita Tidak Sezaman Dengan Nabi?”

Gus Izzul: “Bagaimana Kita Bisa Mencintai Nabi, Sedangkan Kita Tidak Sezaman Dengan Nabi?”

Semarak HUT ke-81 Asrama Daru Zainab   

Semarak HUT ke-81 Asrama Daru Zainab  

Semarak HUT RI Ke-81 Asrama Daru Rasyidah

Semarak HUT RI Ke-81 Asrama Daru Rasyidah