web analytics

Pembacaan Dzikir dan Do’a Rebo Wekasan di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Kediri, Elmahrusy Media.

Selasa (11/08), Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo mengadakan pembacaan dzikir dan do’a bersama dalam momentum rebo wekasan.

Kegiatan itu bertempat di mushola. Para santri dengan pakaian dan kopeah putih selaras, segera memadati mushola pada waktu menjelang maghrib.

Dipimpin oleh KH. Melvien Zainul Asyiqien, kegiatan dimulai dengan sholat maghrib berjama’ah, kemudian dilanjut dengan pembacaan dzikir ba’da maktubah dari munjiyat, hingga pembacaan dzikir dan doa inti dari rebo wekasan.

Para santri turut larut mengikuti bacaan yang dipimpin Gus Melvien. Termasuk membaca surat Yasin, dan membaca 313 kali tepat pada ayat salamun qaula min robbirrahim. Kemudian dilanjut membaca sholawat munjiyat dan do’a:

اللهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِير. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Dalam pengertiannya, rebo wekasan atau rebo pungkasan adalah hari rabu terakhir bulan shofar. Sebagian ulama ahli kasyf mengatakan bahwa pada hari rabu terakhir di bulan shofar akan diturunkan 360.000 macam bala’. Karenanya kita disunahkan membaca do’a untuk menolak bala’ (لدفع البلاء).

Selepas seruntutan pembacaan dzikir dan do’a, Gus Melvien turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan perihal pentingnya do’a bagi kita selaku umat Islam, terutama khususnya sebagai santri.

“Ini (kegiatan rebo wekasan) salah satu ikhtiar kita, salah satu usaha kita agar terhindarkan dari bala’. Karena ad du’a silahul mu’min, doa itu senjatanya orang beriman.”

Gus Melvien juga memberikan amalan lain agar terhindar dari bala’. Beliau menganjurkan untuk menulis potongan surat yang berbunyi salamun dari beberapa surat dalam Al Qur’an, kemudian ditulis menggunakan tinta yang mudah luntur, direndam di air hingga tinta itu luntur, dan kemudian diminum airnya.

“Siapa saja yang meminumnya, menurut sebagian ulama, maka orang itu akan terhindar dari bala’ sampai tahun depan.”

Kegiatan itu ditutup dengan sholat isya berjama’ah.

Wallahu a’lam.

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
beritaRebo Wekasan

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Tradisi Lempar Buah Penuh Berkah, Peringatan Maulidur Rasul serta Haul Nyai Hj. Siti Qomariyah

Tradisi Lempar Buah Penuh Berkah, Peringatan Maulidur Rasul serta Haul Nyai Hj. Siti Qomariyah

Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Sebagai Ajang Promosi: Mengintip Stand Unik di Bazar Muktamar ke-35 NU

Sebagai Ajang Promosi: Mengintip Stand Unik di Bazar Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 NU: Solidaritas dan Budaya Gotong Royong Masyarakat Amat Kuat

Muktamar ke-35 NU: Solidaritas dan Budaya Gotong Royong Masyarakat Amat Kuat

Pembukaan Muktamar ke-35, Prabowo Subianto Sampaikan Maaf Kepada NU

Pembukaan Muktamar ke-35, Prabowo Subianto Sampaikan Maaf Kepada NU

Gus Anaz Tegaskan Manifestasi Cinta dan Kepercayaan dalam Pembentukan Akhlakul Karimah

Gus Anaz Tegaskan Manifestasi Cinta dan Kepercayaan dalam Pembentukan Akhlakul Karimah