web analytics

Peringatan Haul KH. Muhammad Utsman Al-Ishaqi di PP. HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo

0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Kediri, Elmahrusy Media.

Kamis (17/09) malam, Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah Putra Lirboyo, Kota Kediri memperingati Haul KH. Muhammad Utsman Al-Ishaqi & Pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Acara yang bertempat di musholla tersebut diawali dengan pembacaan shalawat, maulid, dan manaqib secara khusyuk oleh para santri sebagai bentuk penghormatan dan tabaruk.

Acara tersebut dihadiri oleh Agus H. Izzul Maula Dliya’ullah dan Agus Ahmad Nasyruddin Moenir. Selain itu, segenap tamu undangan juga alumni pun turut memeriahkan acara hari ini.

Beranjak ke rangkaian sambutan. Sambutan pertama atas nama pengurus Al-Khidmah Kota Kediri yang dibawakan oleh Bapak Muhammad Said. Dalam sambutannya, beliau mewakili pengurus Al-Khidmah, menekankan pentingnya momentum haul ini sebagai ajang menjaga tali silaturahmi dan meneladani sosok Almarhum Almaghfurllah KH. Muhammad Ustman Al-Ishaqi.

Sambutan selanjutnya dihaturkan kepada Bapak Ronggo Warsito selaku perwakilan alumni Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah. Beliau berbagi kesan mengenai semangat belajar santri dan pentingnya menjaga sanad dan silaturahmi dengan para masyayikh.

Setelah habis sambutan, beranjak ke mauizhotul hasah yang dibawakan oleh Agus H. Izzul Maula Dliya’ullah,

“Kh. Utsman Al-Ishaqi adalah teladan dalam memuliakan guru. Beliau tidak hanya menghormati sosok gurunya, tetapi juga menjaga kehormatan keluarga dan seluruh hal yang berkaitan dengan gurunya.” Ucap Gus Izzul terkait keteladanan KH. Muhammad Utsman Al-Ishaqi.

Hal tersebut sesuai dengan ungkapan, “Wabil ilmi intafaa wa bil khidmati irtafaa. Kalian seorang santri ketika ingin manfaat untuk diri sendiri dan untuk orang lain, maka perantaranya adalah ilmu. Karena manfaat ilmu terhadap diri sendiri dapat menjaga diri dari perbuatan maksiat dan mungkar. Selain itu, ilmu pun dapat memberikan manfaat pada orang lain dengan memberikan petunjuk dan arahan kepada orang lain, juga amar ma’ruf nahi munkar.”

“Kemudian, kalau kalian ingin mendapatkan derajat yang tinggi juga kedudukan yang mulia, baik di sisi Allah maupun di sisi manusia, maka khidmah adalah jawabannya. Jika seorang santri, maka khidmah kepada guru. Ketika sebagai seorang anak, maka khidmah kepada orang tua kalian. Khidmah kepada masyarakat juga termasuk, misalnya apabila kalian diberi amanah oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin. Ketika kalian sudah berkeluarga, maka khidmahnya kepada keluarga kalian.

Artinya ketika kalian ingin mendapatkan derajat yang tinggi, maka harus dengan cara berkhidmah.” Lanjut beliau.

Setelah melantunkan do’a, di akhir acara terdapat surprise yang ditujukan kepada Agus H. Izzul Maula Dliya’ullah dengan simbolis pemotongan kue.

Wallahu a’lam.

About Post Author

Rahmat Adhy Wicaksana

Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Refleksi Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dari kisah K.H Utsman Al-Ishaqi.

Refleksi Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dari kisah K.H Utsman Al-Ishaqi.

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Nyai Hj. Qomariyah di Asrama Al-Misky

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Nyai Hj. Qomariyah di Asrama Al-Misky

Tradisi Lempar Buah Penuh Berkah, Peringatan Maulidur Rasul serta Haul Nyai Hj. Siti Qomariyah

Tradisi Lempar Buah Penuh Berkah, Peringatan Maulidur Rasul serta Haul Nyai Hj. Siti Qomariyah

Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Sebagai Ajang Promosi: Mengintip Stand Unik di Bazar Muktamar ke-35 NU

Sebagai Ajang Promosi: Mengintip Stand Unik di Bazar Muktamar ke-35 NU

Perdebatan Sengit Menyebabkan Beberapa Agenda Muktamar ke-35 NU Mengalami Keterlambatan

Perdebatan Sengit Menyebabkan Beberapa Agenda Muktamar ke-35 NU Mengalami Keterlambatan