web analytics

Gus Anaz Tegaskan Manifestasi Cinta dan Kepercayaan dalam Pembentukan Akhlakul Karimah

0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Keberadaan kalian disini tidak lain adalah untuk berakhlaq. Orang tua percaya kalian bisa berakhlaqul karimah di pondok ini, maka tunjukan sikap akhlaqul karimah kalian sebagai santri Pondok Al-Mahrusiyah.

–     Agus Ahmad Nasyruddin Moenir

Orientasi Pendidikan pesantren tidak lain adalah bagaimana ilmu dapat membentuk moral. Ilmu tidak pernah ditempatkan semata-mata sebagai pengetahuan yang tersimpan dalam pikiran. Ilmu memiliki konsekuensi terhadap sikap, perilaku, dan kepribadian seseorang. Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari seberapa banyak seseorang mengetahui sesuatu, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan tersebut membentuk perilakunya. Menuntut ilmu di pesantren bukan sekadar aktivitas akademik melainkan proses pembentukan karakter.

Ilmu dan akhlak bukan dua hal yang terpisah. Ilmu yang benar melahirkan perubahan dalam diri seseorang, sedangkan akhlak menjadi salah satu bentuk nyata dari ilmu yang diamalkan. Gus Anaz menyebutkan,

اَلْعِلْ م ي ورِ ث الْحَْْ وَالَ

Ilmu itu bisa mendatangkan sikap, representasi dari ilmu itulah yang dapat membentuk akhlaqul karimah.

Sudah menjadi rahasia umum kaum sarungan bahwa untuk mendapatkan ilmu adalah dimulai dengan cinta. Cinta kepada ilmunya, cinta kepada gurunya, cinta kepada hal-hal yang berkaitan dengan tujuan dan alasannya menuntut ilmu. Kecintaan memiliki posisi penting dalam proses pendidikan seorang santri. Rasa cinta membuat seseorang bergerak dengan sendirinya untuk mengenal, memahami, dan mencari tahu lebih dalam atas objek yang dicintainya.

Gus Anaz berpesan kepada para santri tentang pentingnya cinta dalam menuntut ilmu. Seorang santri mencintai pesantrennya, kecintaan tersebut seharusnya tampak dalam kesungguhan belajar, ketaatan terhadap peraturan, penghormatan kepada guru, serta kesediaan menjalani proses pendidikan dengan penuh tanggung jawab., kepatuhan terhadap tata tertib, penghormatan kepada guru, serta kesediaan menjalani proses pendidikan yang telah dipercayakan orang tua kepadanya.

المحبة منبع الإيمان

Dari rasa cinta itu bisa menghadirkan keimanan

Ketika seseorang sudah cinta maka ia akan percaya, termasuk orang tua kepada anaknya. Orang tua mengantarkan anaknya ke pesantren dengan sebuah kepercayaan bahwa pendidikan yang dijalani akan membentuk anaknya menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak.

Pondok pesantren adalah ruang pendidikan dan pembentukan akhlaqul karimah. perjuangan santri untuk menjalani pendidikan merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan orang tua yang bekerja mencari ma’isyah demi memberikan tarbiyah terbaik bagi anaknya. ilmu harus melahirkan sikap, sikap harus melahirkan akhlak, dan akhlak menjadi bukti bahwa ilmu benar-benar hidup dalam diri seorang santri. Walahu a’lam.

About Post Author

Alifia Azzahra

Santri Mahrusy, pengemis syafaat Nabi asal kediri
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Santri Mahrusy, pengemis syafaat Nabi asal kediri

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Sebagai Ajang Promosi: Mengintip Stand Unik di Bazar Muktamar ke-35 NU

Sebagai Ajang Promosi: Mengintip Stand Unik di Bazar Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 NU: Solidaritas dan Budaya Gotong Royong Masyarakat Amat Kuat

Muktamar ke-35 NU: Solidaritas dan Budaya Gotong Royong Masyarakat Amat Kuat

Pembukaan Muktamar ke-35, Prabowo Subianto Sampaikan Maaf Kepada NU

Pembukaan Muktamar ke-35, Prabowo Subianto Sampaikan Maaf Kepada NU

Menghidupkan Tradisi, Menghayati Esensi Maulid Nabi

Menghidupkan Tradisi, Menghayati Esensi Maulid Nabi

Kepadatan Lalu Lintas Pasca Pembukaan Muktamar ke-35 NU

Kepadatan Lalu Lintas Pasca Pembukaan Muktamar ke-35 NU