Jombang, Elmahrusy Media.
Acara Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi tanda kuatnya rasa solidaritas dan gotong royong berbagai kalangan masyarakat. Dalam Pembukaan Muktamar ke-35 NU, Bapak Syaifullah Yusuf (akrab disapa Gus Ipul) menegaskan bahwa,
“Keberkahan muktamar ini terasa dari masyarakat sekitar. Menurut laporan Kiai Hasib Wahab, ada warga yang datang menyumbang beras, ada yang membawa sayur, ada pula yang membawa kambing bahkan sapi. Mereka datang tanpa diminta, memberi tanpa ingin disebut. Sebagian hanya mengatakan ini untuk para kiai, ini untuk Nahdlatul Ulama. Di situlah kekuatan Nahdlatul Ulama terasa. bukan semata-mata kekuatan struktur, bukan hanya kekuatan jumlah, tetapi kekuatan cinta, khidmat, gotong royong, dan keikhlasan. Oleh karena itu, NU selalu hidup dari hati para pengikutnya.”
Laporan tersebut didukung oleh beberapa bukti yang menguatkan, seperti kehadiran dapur umum yang dikelola warga mampu membagikan 12.000 porsi makanan gratis.
Selain itu, kuatnya solidaritas dan gotong royong dari berbagai kalangan masyarakat pun terbukti oleh kolaborasi lintas agama dan organisasi, yakni Posko Ramah Muktamirin yang diinisiasi bersama oleh masyarakat lintas agama, termasuk keterlibatan umat Kristen dari lingkungan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang menyediakan rumah singgah gratis. Muhammadiyah juga turut mendukung, mendirikan posko kuliner gratis yang membagikan 10.000 porsi bakso dan ribuan mi instan, serta menyiagakan ambulans bersama personel Kokam untuk membantu pengamanan luar ring.
Selanjutnya, ada pula aksi nyata relawan dan pelajar yang bergerak di bidang kebersihan dan kesehatan. Rangkaian aksi spontan ini membuktikan bahwa Muktamar NU bukan hanya sekadar forum transisi organisasi tertinggi, melainkan menjadi pesta rakyat yang membumikan prinsip at-ta’awun (tolong-menolong) antarsosial.