Saya ingin menjadi seperti Pak Tohari.
Bukan hanya menjadi seorang penulis, jurnalis, sastrawan, atau agamawan.
Ah, itu terlampau berat meski saya ingin, Pak!
Saya hanya ingin menjadi tua dan tidak sepi: menulis buku sampai selesai kemudian menunggu honor dari penerbit di setiap 6 bulan, membaca koran ditemani teh hangat di teras rumah setiap pagi sambil mengutuk orang-orang jahat dan mendoakan orang-orang baik di dalamnya, mempunyai perpustakaan pribadi yang dibuka untuk umum setiap jumat sampai minggu, sesekali menerima tamu untuk bincang-bincang buku dan kepenulisan, memiliki istri yang tidak hanya bertanya tapi juga menjawab, anak-anak yang berpendidikan tinggi dengan hati yang rendah, rumah yang permai dengan tetangga yang ramah, menerima dan menemani kegiatan para santri sastra yang berdatangan bersua, dan bersandar sholat jamaah di mushola disela sibuk berkegiatan.
Saya ingin menjadi seperti Pak Tohari.
Saya ingin; suatu hari.
Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Find some desired keywords.