web analytics

Saya Ingin Menjadi Seperti Pak Tohari

0 0
Read Time:42 Second

Saya ingin menjadi seperti Pak Tohari.

Bukan hanya menjadi seorang penulis, jurnalis, sastrawan, atau agamawan.

Ah, itu terlampau berat meski saya ingin, Pak!

Saya hanya ingin menjadi tua dan tidak sepi: menulis buku sampai selesai kemudian menunggu honor dari penerbit di setiap 6 bulan, membaca koran ditemani teh hangat di teras rumah setiap pagi sambil mengutuk orang-orang jahat dan mendoakan orang-orang baik di dalamnya, mempunyai perpustakaan pribadi yang dibuka untuk umum setiap jumat sampai minggu, sesekali menerima tamu untuk bincang-bincang buku dan kepenulisan, memiliki istri yang tidak hanya bertanya tapi juga menjawab, anak-anak yang berpendidikan tinggi dengan hati yang rendah, rumah yang permai dengan tetangga yang ramah, menerima dan menemani kegiatan para santri sastra yang berdatangan bersua, dan bersandar sholat jamaah di mushola disela sibuk berkegiatan.

Saya ingin menjadi seperti Pak Tohari.

Saya ingin; suatu hari.

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
Esaipak tohari

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Berbahasa Bersama Satu Nusantara: Merefleksikan Fenomena Alih Bahasa di Pesantren

Berbahasa Bersama Satu Nusantara: Merefleksikan Fenomena Alih Bahasa di Pesantren

Sudahkah Kita Membangun Katahanan Negeri?

Sudahkah Kita Membangun Katahanan Negeri?

Gus Dur dan Maulid Hijau

Gus Dur dan Maulid Hijau

Fenomena Beauty Privilege dalam Kehidupan Sosial

Fenomena Beauty Privilege dalam Kehidupan Sosial

Estetika Tanpa Rupa: Menyelami Keindahan Kaligrafi dan Geometri Islam

Estetika Tanpa Rupa: Menyelami Keindahan Kaligrafi dan Geometri Islam

Dengan Bersujud, Kita Mengaku Hamba Dari Tuan-Nya

Dengan Bersujud, Kita Mengaku Hamba Dari Tuan-Nya