Dalam suatu negara pasti tak luput dari pemerintahan, hal ini karena pemerintah memiliki peran krusial dalam mengatur dan mengarahkan arah negara kepada tujuan yang lebih baik. Maka dari itu, penting juga memperhatikan terhadap sosok pemimpin baik, yang mampu menjadi kepala pemerintahan. Dengan demikian dalam urusan memilih seseorang pemimpin, kita tak boleh sembarangan dan serampangan. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan sebagai kriteria pemimpin yang ideal.
Perihal kepemimpinan, selain etikan dan moral, dalam Islam juga mengkatagorikan beberapa poin yang harus di miliki seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus memiliki tiga dari empat sifat yang mengacu dari sosok pemimpin Islam sejati yaitu baginda nabi Muhammad SAW. Yaitu adanya sifat Shidiq (Jujur), Amanah (dipercaya), dan Fathonah (cerdas). Hal ini sekaligus menjadi pengingat bagi seorang yang ingin menjadi pemimpin dalam berbagai ruang lingkup pemerintahan, agar tidak sembarangan ketika menjadi pemimpin.
Dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari:
ماَ مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيْهِ اللَّهُ رَعِيَّةً، يَمُوْتُ يَوْمَ يَمُوْتُ، وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Artinya: “Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia meninggal dunia dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, kecuali Allah mengharamkannya masuk surga.”
Di sisi lain, apa yang mempengaruhi pemerintahan atau pemimpin menjadi lebih baik?, jawabannya adalah Agama. Agama ternyata memiliki peran yang tak kalah penting dalam pemerintahan. Dengan Agama, seorang pemimpin bisa menjadi lebih baik. Seperti penjelasan yang terdapat pada redaksi Kitab Ihya’ Ulumudin karangan Imam Al-Ghozali
والملك والدّين توأمان. فالدّين أصل والسّطان حارس, ومالا أصل له فمهدوم, ومالاحارس له فضا ئع
“Negara dan agama ibarat dua anak kembar. Agama sebagai landasan, sedangkan penguasa sebagai penjaga. Tanpa landasan, yang terjadi adalah keruntuhan. Tanpa penjaga yang terjadi adalah kehilangan.”
Maka dari itu, korelasi antara Agama dan pemimpin dalam pemerintahan sangatlah erat, dalam menguatkan satu sama lainnya. Ibarat kata, agama menjadi sinar dalam lentera, yang menjadi penerang seorang dalam mencari jalan di tengah suasana gelap gulita. Apalagi dengan nilai-nilai agama yang di ajarkan Rosulullah SAW, yang sudah jelas-jelas menjadi Rahmat bagi seluruh semesta alam.
Agama layaknya support system bagi seorang pemimpin untuk saling menguatkan, antara kepentingan agama dan pemerintahan. Dalam sebuah ungkapan juga, di jelaskan
الملك بالدّين يبقى# و الدّين با ملك يقوى
“Pemimpin dengan agama akan menjadi tetap, sedangkan agama dengan pemimpin akan menjadi kuat.”
Kalau di bayangkan, apa jadinya ketika pemimpin tanpa di dukung agama? Mungkin saja akan mengarah pada pemimpin yang arogan dan otoriter. Mengapa demikian, karena tak ada penerangan jiwa dalam dirinya. Pemimpin yang tak di support agama kemungkinan besar akan menjalankan roda pemerintahan dengan nafsu dan angkara.
Hubungan agama dan pemerintah secara eksplisit sangatlah fundamental, mesra, dan produktif. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa dalam hal ini hubungan agama dengan pemerimtah layak di katakan sebagai dasar kokoh sebuah pemerintahan.
Maka dari itu, penting juga memperhatikan pemimpin dalam pemerintahan yang melakukan tindak arogansi dan otorisasi. Bisa jadi mereka jauh dari naungan Agama. Dan dalam hal ini, agama memang tidak mesti secara langsung melekat dengan pemerintahan. Sayogyanya agama mendampingi pemimpin melalui sebuah lantaran, dalam artiyan adanya sosok yang ahli agama atau biasa di sebut dengan Kiai, Para alim ulama’ dan pendakwah.
Dengan adanya mereka dalam susunan pemerintahan, bisa menjadi jalan untuk menerapkan nilai-nilai luhur yang ada dalam agama. Selain itu, Kiai, para alim ulama’ dan pendakwah sering kali menjadi rujukan dalam saran oleh para pemimpin yang menemui problem kompleks. Karena mereka semua, bertindak dengan nilai-nilai luhur yang ada pada Agama.
Apalagi ketika ada pemimpin yang mempunyai basic agama yang kuat, pastinya akan membuat pemerintahan yang di pimpin menjadi lebih baik lagi. Contoh saja dalam pemerintahan Indonesia ada Abdurrahman Wahid yang pernah menjabat presiden, Idam Cholid (mantan menteri luar negeri), Wahid Hasyim (Mantan menteri Agama) dan masih banyak lainnya.
Mereka semua membuktikan kinerja gemilangnya dalam memajukan pemerintahan Indonesia. Dan pada dasarnya mereka berpegang pada nilai-nilai luhur yang ada pada agama.