web analytics

Sebuah Kisah Cinta Tanpa Harapan

Sebuah Kisah Cinta Tanpa Harapan
0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Tik Tak Tok

Waktu menunjukkan pukul 08.30 suasana di kelas mulai terasa hening. Bukan hening karena fokus belajar melainkan bosan dengan pelajaran hari ini. Penjelasan yang keluar dari bibir sang guru terdengar seperti alunan musik bunga tidur membuat kantuk seisi kelas. Melihat itu, sang guru tidak kehabisan ide. Ia pun mulai mengubah topik pembahasan ke sebuah cerita sejarah yang terkikis oleh zaman.

“Baikalah anak-anak, sepertinya kalian mulai bosan dengan materi hari ini, bapak akan menggantinya dengan sebuah cerita tentang kisah cinta tanpa harapan”. Mendengar itu, banyak dari murid-murud yang mulai membuka mata mereka masing-masing.

“Wow!!! Cinta tanpa harapan? Keren!!!”.

“Sepertinya menarik”. Imbuh yang lain.

“Ayo Pak, cerita!!!”.

Baca Juga: SAYA MAHASISWA

Sorakan murid-murid terdengar serempak membuat suasana kelas berubah drastis.

“Baikalah. Dengarkan baik-baik! Dahulu pada zaman nabi Yusuf hiduplah seorang putri yang sangat kaya dan anggun, dalam hatinya ia menyimpan kekaguman akan keindahan nabi Yusuf saat pertama kali melihatnya. Jika dapat dilihat, panah cinta seakan datang menusuk hatinya. Namun, jauh dilbuk hati yang terdalam ia sangat takut akan sesuatu yang akan menimpanya. Demi menjaga kemurnian akan sosok nabi tercinta, ia rela meninggalkan semua kekayaan yang dimilikinya dan mulai berkelana di padang pasir. Putri tersebut bernama Azizah. Sosok perempuan yang menyimpan sebuah kisah cinta tanpa harapan kepada nabi Yusuf. Hanya Allah yang tahu seberapa besar kebenaran kisah itu. Berkelana di padang pasir sambil meneteskan air mata, ia telah jatuh cinta pada nabi Yusuf. Terus berjalan di padang pasir sambil menangis. Seluruh penduduk Mesir mencemooh Azizah. Ketika mereka sibuk membuat gunjingan, ia menjejakkan kakinya ke padang pasir agar tak memberikan penderitaan pada orang yang ia ciintai. Demi untuk tak merendahkan kemurnian sang nabi, tak satu kalipun ia berkata dan memberikan perlawanan. Tidak kepada siapapun Azizah bercerita mengenai rahasianya. Dia sengaja menyembunyikan nama dan jejaknya pada semua orang”.

Setelah sang guru menghentikan ceritanya, terdengar tepukan tangan dari seisi kelas. Menangis haru mendengar kisah cinta yang tulus tanpa adanya sebuah harapan.

“Jadi, anak-anak jika kalian mencitai seseorang, cintailah ia seperti halnya Azizah mencitai Yusuf. Kalian harus rela dengan kebisuan, mengunci bibir dan memendam semua rahasia. Setelah beberapa lama kemudian, cinta kalian akan ditemukan oleh seseorang yang berhak untuk memilikinya. Ibarat seorang pemburu yang jatuh dalam kerapuhan kristal kaca dan kebimbangan. Inilah sebuah hadiah besar bagi zaman-zaman kedepan. Kemurnian dan kesucian cinta patut untuk dijaga bagi orang yang berani merasakan hadirnya kekuatan cinta”. Ucap sang guru “Jadi, siapa yang dapat menyimpulkan apa pesan yang terkandung dari cerita tadi?” Sambungnya.

“Itu Pak, kalau kita mencitai seseorang harus tulus tanpa minta untuk balas dicintai karena itulah kemurnian dari makna cinta”. Jawab salah seorang murid. “ Bagus. Yang lain? Ada yang mau menambahi?” “ Gini Pak, kalau kita mencitai seseorang tidak perlu diumbar-umbar cukup kita saja yang tahu agar kesucian cinta tetap terjaga. Masalah yang dicintai tahu apa nggak itu urusan belakang, yang penting kita sudah berusaha utuk tidak menodai cinta”. Ucap yang lain.

“ Bagus sekali anak-anak. Kalian sudah pandai menangkap pesan yang terkandung dalam cerita tadi”. Sambil melirik jam yang melingkar di tangan.

Kring Kring….

“Baiklah cukup sekian dari saya. Semoga cerita tadi bermanfaat untuk kalian. Wassalamu’alaikum wr.wb”. Pamit sang guru meninggalkan kelas.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like