web analytics

3 Kemuliaan Orang Beriman

0 0
Read Time:3 Minute, 52 Second

Umat Islam merupakan salah satu aspek penting dalam peradaban dunia. Segala macam pergerakan, perubahan, perilaku, andil dan perannya dalam hidup ini melahirkan tokoh-tokoh penting yang memberi manfaat bagi sesama.

Karena memang dalam konsepnya, umat Islam menganut salah satu hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir, Nabi bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).”

Agama adalah nasihat. Itu kenapa dalam Islam, nilai-nilai begitu dijunjung untuk dipahami dan diterapkan, juga disampaikan dan didakwahkan bagi sesama. Nilai-nilai yang berpedoman dari Al-Qur’an, Hadist Nabi, hingga fatwa para Ulama menjadikan landasan yang terus dipegang dan dijalani.

Nilai-nilai perihal ketakwaan, keilmuan agama dan sains, hingga ilmu formal, juga pengembangan diri dalam self-improvement akhlak atas diri sendiri dan bersosial; semua turut ditanamkan.

Itu kenapa hal pertama yang harus dipahami dalam konsep beragama ini adalah perihal ketakwaan, keimanan, rasa percaya dan tunduk patuh terhadap ketetapan Allah. Semua perintah yang Allah tetapkan, pasti ada kebaikan di sana. Begitu juga, semua hal yang Allah larang, pasti ada keburukan.

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ ۝٢١٦

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqoroh ayat 216)

Salah satunya, hal itu terjelaskan dalam kitab Washiyatul Musthofa:

ياعلي من كرامة المؤمن زوجة موافقة والصلاة جماعة وجيران يحبونه

“Wahai Ali, termasuk dari kemuliaan seorang mukmin ialah mempunyai istri yang tepat, sholat berjama’ah, dan tetangga yang rukun”

Istri yang tepat. Mempunyai istri atau pasangan yang tepat merupakan anugerah yang besar. Suatu kemuliaan yang tiada tara. Terlebih karena kita sebagai makhluk sosial, mustahil rasanya jika tidak membutuhkan manusia lain. Terlebih dalam menjalani hidup, menjadi teman seperjuangan dalam mewujudkan cita-cita dan harapan, juga meneruskan generasi di muka bumi ini.

sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وجاءٌ

“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu ba’at (menikah), maka menikahlah! Sebab, menikah itu lebih mampu menundukkan (menjaga) pandangan dan memelihara kemaluan. Namun, siapa saja yang tidak mampu, maka sebaiknya ia berpuasa. Sebab, puasa adalah penekan nafsu syahwat baginya,” (HR Muslim).

Kemudian juga perihal sholat jama’ah. Sholat merupakan representasi dari hubungan kita dengan Allah. Bentuk kepatuhan yang paling inti dan penting. Dalam latar belakang diturunkannya perintah sholat terjadi dalam kejadian yang luar biasa dan istimewa, antara Nabi Muhammad Saw dan Allah, ketika Isra Mi’raj. Itu kenapa sholat menjadi hal yang paling pertama yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.

Dan juga sholat adalah tiang dan pondasi seseorang dalam beragama. Jika saja sholatnya baik, maka akan kuat tiang itu menopang agamanya seseorang. Sebaliknya jika sholatnya buruk, maka rapuhlah tiang itu.

الصلاة عماد الدين فمن اقامها فقد اقام الدين ومن هدمها فقد هدم الدين

“Shalat itu adalah tiang agama (Islam), maka barangsiapa mendirikannya, sungguh ia telah menegakkan agama (Islam) itu; dan barang siapa merobohkannya, sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu.” (HR al-Baihaqi).

Kemudian kemuliaan seorang mukmin yang terakhir adalah dengan tetangga yang rukun.

Memiliki tetangga yang rukan merupakan suatu realitas yang membahagiakan. Hidup bersama dalam sebuah ruang lingkup masyarakat, segala hal yang berkaitan dalam kebutuhan dan kemauan hidup, akan lebih mudah tercapai, lebih ringan digapai dengan memiliki tetangga yang baik.

Bagaimana ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, hingga ukhuwah ma’hadiyah, menjadi ikatan-ikatan erat dalam wadah-wadah yang memberikan kebebasan dan kemanfaatan.

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنه، أن النبي ﷺ يقول: خيرُ الأصحابِ عند اللهِ خيرُهم لصاحبِه، وخيرُ الجيرانِ عند اللهِ خيرُهم لجارِه”. أخرجه الترمذي

“Dari Abdullah bin Amr ra, bahwa Nabi saw bersabda, sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada tetangganya. (HR at-Tirmidzi).

Wallahu a’lam.

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

Tuntunan Membaca Surat Al-Qur’an dalam Shalat dan Waktu Tertentu

Tuntunan Membaca Surat Al-Qur’an dalam Shalat dan Waktu Tertentu

Steril dari Ragam Pernikahan Masa Jahiliyah, Inilah Bentuk Penjagaan Nur Rasulullah SAW

Steril dari Ragam Pernikahan Masa Jahiliyah, Inilah Bentuk Penjagaan Nur Rasulullah SAW

Dermawan dan Makna Ramadhan

Dermawan dan Makna Ramadhan