Selama ini kita banyak mengenal ilmuwan dan fisikawan yang berasal daari kaum Adam. Tapi apakah ada seorang ilmuwan dari kaum Hawa?
Dari beberapa artikel yang telah kami baca, ada salah seorang ilmuwan yang Bernama Maryam al-ijliya. Hidup pada abad ke-10 di kota Alppo, Suriah. Termasuk salah satu Perempuan yang menggeluti bidang astronomi.
Ia dikenal dengan penemuannya yakni Astrolab. Astrolab adalah sebuah nenek moyang dari adanya smartphone atau computer pribadi (Laptop) di dunia. Fungsinya sama seperti computer analog. Berguna untuk mengukur posisi benda langit, menentukan waktu, navigasi, hingga keperluan seperti menentukan arah kiblat atau waktu sholat.
Penemuannya ini terinspirasi oleh ayahnya yang Bernama Muhammad bin Abdillah Bastulus yang bekerja membuat astrolabe dibawah bimbingan ahli terkenal. Penyebab inilah, ayahandanya ingin berbagi ilmu kepada putrinya yang tertarik dengan astrolab.
Dalam semua sumber bacaan yang ada, ada salah satu ulama’ yang menbadikan Namanya dalam sebuah kitab Bernama Al-Fihr. Ia Bernama Ibnu Al-Nadim. Sejarah Perempuan ini sangat sulit sekali untuk ditemukan, salah satu penyebabnya adalah karena tidak ada dokumen Sejarah dan kitab-kitab ulama’ Sejarah yang luput mengabadikan Namanya.
Menurut Prof. Saleem Al-Husaini Mariam, yang dikutip dari arab time’s mengatakaan bahwa ia adalah Wanita muslim pertama yang mempelopori transportasi dan komnuikasi dunia modern. Akan tetapi sangat disayangkan karena Namanya dilupakan dalam Sejarah dunia astronomi.
Peran Mariam dalam Astronomi.
Seperti dalam penjelasan Astrolab diatas, inovasi Perempuan satu ini menjadi landasan pengelolaan jalur transportasi dan komunikasi. Selain itu, penemuannya berhasil membantu menentukan kiblat dan memastikan waktu sholat dan tanggal Ramadhan.
Dalam beberapa karya akademis lainnya, menunjukkan bahwa Astrolab yang ia buat dapat digunakan untuk menentukan posisi matematis Bintang pada benda langit lainnya secara akurat walaupun tidak memiliki pelatihan khusus dalam matematika.
Nedi Okorafor, seorang penulis fiksi ilmiah dan fantasi berketerunan Nigeria -Amerika. Mengakui bahwa ia pernah terinspirasi oleh sosok Mariam Al-Ijliya dengan Gambaran pada karakter utama seorang Perempuan yang membuat sebuah alat Bernama Astrolab. Inspirasi datang karena sebuah festival buku di negara Uni Emirat Arab, akan tetapi sangat disayangkan dengan kurangnya informasi yang ia peroleh.
Fungsi kisah dari Mariam Al-Ijliyya.
Kisah sedikiit ini mengjarkan kita bahwa jangan pernah putus untuk selalu belajar-dan belajar. Akan tetapi “Belajar” sendiri tak hanya didapat dari sekolah ataupun pelatihan akan tetapi dari pengalaman hidup setiap individu. Dalam Pendidikan pula taka da Namanya perbedaan gender seperti mindset “Perempuan jangan berpendidikan tinggi nanti juga akhirnya ngurus rumah dan anak”. Ini bisa dikatakan mindset yang kurang tepat, karena Perempuan yang berpendidikan tinggi secara perlahan akan membuat suatu negara melek dengan berharganya pendidikaan.
Bimbingan keluarga juga berpengaruh dalam kepenerusan keilmuan. Hal ini seperti sebuah pepatah “Buah Jatuh taak jauh dari pohonnya”. Disetiap anak sejatinya memiliki sifat seorang ibu yang tak akan pernah lepas. Dan ini bukan sebuah asumsi belaka, tetapi banyak penelitian yang telah membuktikan.
Mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan bersifat universal. Terkadang kita sering memandang bahwa hanya laki-laki saja yang dapat melakukannya. Akan tetapi, dengan tekad dan semangat yang selalu dijaga ilmu pengetahuan dapat tumbuh dalam lembutnya tangan dan hati Perempuan,.
Dan terakhir dari kisah diatas, ada fungsi yang kita lupakan bahwa kerja keras dan kerja cerdas adalah bagian yang tak dapat dipisahkan. Disandingi pula rasa ingin tahu yang tinggi. Seperti sebuah pesan dari buku Powerful Life karya asrul Right bahwa jangan pernah berhendti untuk mencari tahu apapun, karena dengfannya kitab isa berkembang walaupun hanya sedikit.
Wallahu ‘Alam.