Kediri, elmahrusy media
Senin, (24/08). Malam yang syahdu menyelimuti Aula KH Imam Yahya Mahrus di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah III Ngampel dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara mulia ini dihadiri oleh KH Reza Ahmad Zahid, Agus H. Nabil Aly Utsman, juga para santri putra PP HM Al Mahrusiyah III yang dengan rapih mengenakan pakaian putih-putih.
Acara dimulai ba’da Isya, pukul 19:30 WIB para santri sudah memenuhi gedung aula, dimulai dengan pembukaan dan dilanjut pembacaan tawassul yang dipimpin oleh Gus Nabil. runtutan acara selanjutnya adalah pembacaan kitab maulid simtudurror dengan penuh khidmat oleh seluruh hadirin, diringi pula oleh lantunan irama tim banjari Al Asyiqien.
Seketika mata meneteskan airnya tatkala Mahallul Qiyam dilangsungkan, para hadirin dengan penuh khidmat menghayati seraya mengingat perjuangan manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW.
Memasuki acara selanjutnya, yakni sambutan-sambutan, dilanjut dengan acara inti yakni mauidzah hasanah. yang disampaikan oleh KH Reza Ahmad Zahid, sedikit dari penuturan beliau berkata:
“Peringatan maulid ini bukan hanya baru diadakan, tapi sejak dahulu sudah banyak yang merayakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW.”
Kemudian beliau mengambil kisah untuk dijadikan teladan yakni Khaizuran yang merupakan ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan harun al-Rasyid.
Pada setiap tanggal 12 Rabiul Awwal, Ia pergi ke Madinah untuk mengumpulkan orang orang Madinah untuk diajak bersholawat dan memuji Rasul. Setelah dari Madinah beliau pergi ke Mekkah dan melakukan hal yang sama.
Apa yang dilakukan Khaizuran ini menghasilkan kontribusi besar, dimana rakyat Abbasiyah saat itu bersatu sehingga Abbasiyah mencapai masa kejayaan.
Raja Muzhofar yakni seorang raja, dimana setiap bulan Robiul Awwal tiba, beliau mengadakan acara maulidan besar-besaran, sampai sampai pada acara yang beliau helat, beliau memotong 50 ribu ayam untuk makan bersama, memotong 100 ekor kuda dan menyediakan 100 ribu nampan yang isinya berupa roti dan makanan yang disebarkan kepada rakyatnya.
Alhasil berkat Kontrubusinya inilah membuat rakyatnya bersatu padu dan mengedepankan Ukhuwah Al Islamiyah.
Raja Sholahudin Al Ayyubi, setiap kali bulan Robiul Awwal, beliau mengadakan acara maulidan, beliau memimpin dan mengajak para pasukannya untuk bersholawat dan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pada akhirnya beliau selalu memenangkan peperangan dan yang paling terkenal adalah mampu merebut kembali Yerusalem, salah satu barokah dari pada maulidan.
Gus reza kemudian mengerucutkan, bahwa hikmah dari acara maulidan salah satunya adalah menambah rasa cinta kepada Rasul.
Orang kalau sudah cinta, akan melakukan apa saja yang diperintah dari orang yang dicintainya.
Sayidina ali rela mati untuk menggantikan Rasul, yang pada waktu itu Rasul sedang diburu kaum kafir.
Abu bakar menahan rasa sakit pada kakinya yang digigit seekor ular digua tsur agar supaya tidak mengganggu Nabi yang sedang istirahat.
Pengorbanan yang sangat luar biasa atas dasar cinta.
Umar bin khatab ketika ditanya lebih cinta mana antara hartanya, keluarganya dan dirinya sendiri dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW.
Lantas Umar menjawab:
لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي.
Beliau kembali menuturkan bahwa dengan adanya acara maulid ini semoga rasa cinta kita kepada Nabi akan terasa bertambah.
“kalau sudah cinta kepada Rasulullah kita akan melakukan apapun yang diperintahkan oleh Rasul. Salah satunya menjalankan sholat lima waktu, berpuasa dibulan ramadhan dan juga bertholabul ilmi”.
Beliau kemudian mengajak kepada para santri untuk terus semangat dalam bertholabul ilmi.
“Harus semangat mondoknya
Harus semangat belajarnya,
Harus semangat menghafal nadhomnya
Harus semangat ngajinya
Insya allah akan manfaat”
Tutur beliau.
Yang terakhir Gus Reza menutup dengan memberikan nasihat kepada para pengajar maupun pengurus untuk tetap bersemangat dalam menyampaikan maupun menyebarkan ilmu.
Acara kemudian dipungkasi dengan Do’a oleh Gus Reza.
Wallahu A’lam