Jombang, Elmahrusy Media.
Dalam sambutan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) pada agenda Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8).
Di hadapan ribuan muktamirin dan para kiai sepuh, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa permintaan maaf tersebut berkaitan dengan keterlambatan pendistribusian fasilitas layar interaktif ke sekolah-sekolah di lingkungan Nahdlatul Ulama. Beliau menjelaskan bahwa kendala tersebut disebabkan oleh kesalahan administratif
“Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama. Minta maaf karena saya baru tahu bahwa layar interaktif panel banyak sekolah-sekolah, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima. Ini adalah ketelingsutnya administrasi.
Menteri Pendidikan (Mendikdasmen), ah, ini beliau tidak salah karena Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri ya, kan begitu ya. Sekolah-sekolah di bawah NU diurus oleh Menteri Agama. Benar ya? Tidak ada masalah. Walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri.
Tahun lalu semua sekolah negeri menerima satu layar jadi satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU akan langsung menerima empat.” Ujar Prabowo yang langsung disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Meski demikian, Prabowo menyatakan komitmen umum untuk memberdayakan dan memperkuat Nahdlatul Ulama serta pesantren-pesantren sebagai aset besar bangsa. Pembukaan muktamar ini ditandai dengan pemukulan bedug oleh Presiden didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Khalil Staquf.