Dijuluki sebagai amalan sholat sunnah yang paling utama dan luar biasa pahalanya, sholat qobliyah subuh merupakan sholat sunnah pengiring sholat fardhu yang berjumlah dua rakaat. Saking istimewanya, disebutkan dalam hadits nabi yang berbunyi:
ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها
“Dua rakaat sholat fajar lebih baik dari pada dunia dan seisinya” (Muslim).
Imam Abu Hasan al-Mubarakfuri mengartikan sholat fajar yang dimaksud dalam redaksi hadits tersebut adalah sholat qobliyah subuh. Seperti yang telah beliau jelaskan dalam salah satu karya kitab beliau Mir’ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih yang berbunyi:
قوله (ركعتا الفجر) أي سنة الفجر هي المشهورة بهذا الاسم
“Maksud dari perkataan dua rakaat shalat fajar (dalam hadits) adalah shalat sunnah (qabliyah) fajar. Penyebutannya memang masyhur dengan nama ini”
Habib Umar bin Hafidz melalui akun Majelis Atthoz juga menjelaskan bahwasannya tidak ada sholat sunnah yang sangat Rasulullah jaga seperti halnya sholat sunnah fajar. Dan dengan itu Rasulullah memerintahkan agar sebelum sholat jama’ah didirikan hendaknya tidak ada yang masih melakukan sholat sunnah.
Saking utamanya sholat sunnah fajar, Rasulullah juga meriwayatkan dalam hadits yang berbunyi:عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يُصَلِّ رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ فَلْيُصَلِّهِمَا بَعْدَ مَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ
“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang belum melaksanakan salat dua rakaat (sunah) Fajar, maka hendaklah dia melaksanakannya setelah matahari terbit.”
Dijelaskan pula dalam Kitab Al-Majmu’ Syarah Muhadzab karya Imam Nawai dan Imam Subki melalui redaksi:
ومن أصحابنا من قال يبقى وقت سنة الفجر إلى الزوال وهو ظاهر والنص الأول أظهر
“Sebagian sahabat kami berkata, “Waktu sunah fajar itu sampai siang, dan ini jelas, dan teks pertama lebih jelas.”
(Al-Majmu’ Syarah Muhadzab, juz 4 hal 10)
Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa melaksanakan sholat qobliyah subuh setelah sholat subuh hukumnya diperbolehkan.
Habib Umar bin Hafidz bercerita suatu ketika Rasulullah sholat, setelah sholat beliau melihat beberapa sahabat sholat sunnah, kemudian beliau memanggilnya dan bertanya, “Sholat apa yang kamu kerjakan?”
Dijawab oleh sahabat, “Wahai Rasulullah aku datang ketika engkau sedang melaksanakan sholat subuh aku tidak mau ketinggalan dari sholatmu sedang aku belum melaksanakan sunnah fajar, maka aku ikut sholat bersamamu, lalu sekarang aku sholat sunnah fajar,” medengar jawaban tersebut Rasulullah diam tidak melarangnya.
Namun Habib Umar menambahkan, “Lebih utamanya adalah menggantinya setelah terbit matahari setinggi tombak agar keluar dari perbedaan pendapat ulama. Karena sholat sunnah diwaktu seperti ini haram menurut madzhab Hanafi dan menurut madzhab Syafi’i dengan yang lainnya boleh.”
Wallahu a’lam.