Ada yang mau jadi Pendakwah?
Tugasnya gampang hanya mengajak, apalagi media sosial sudah banyak macam rupanya. Bukankah kata ‘dakwah’ diambil dari Bahasa Arab دعوة yang artinya ajakan. Tinggal ckrek…ckrek…ckrek… jadi konten, upload, ulang terus sampai viral, sudah jadi pendakwah kita.
Eiiitss… apakah sesimpel itu jadi pendakwah?
Pendakwah itu bagaikan seorang guru. Sepantasnya seorang guru “Digugu lan ditiru” Belum lagi sebagai seorang pendakwah pastinya memiliki jamaah yang macam-macam sifatnya. Kalau tidak berhati-hati, semua mata akan tertuju memburu burukmu. Maka, syarat menjadi pendakwah adalah menjaga apa yang disampaikan. Contohnya tulisan ini. Entah berapa kali kena revisi.
KH. Said Aqil Siradj pernah ngendikan;
“Berdakwahlah dengan hikmah. Dalam Sejarah Nabi Muhammad pun, beliau tidak pernah sama sekali. Tidak pernah meneror, tidak nakut-nakutin orang lain, tidak pernah. Bahkan Al-Qur’an sendiri mengatakan walau syā`allāhu laja’alakum ummataw wāḥidataw wa lākiy yuḍillu may yasyā`u wa yahdī may yasyā`, wa latus`alunna ‘ammā kuntum ta’malụn, jika Allah mengendaki umat di dunia ini hanya satu agama mungkin saat ini umat di dunia terdiri satu agama saja. Nyatanya, Allah SWT tidak menghendaki kehidupan di dunia ini diisi satu umat. Termasuk Rasulullah pun dilarang Allah memaksa umatnya agar mengikuti kehendak nabi dan rasul terakhir tersebut.”
Kalau mau gaya-gayaan lebih baik tidak usah bawa agama. Jadilah content creator saja yang sifatnya hanya menghibur tanpa beban harus memberikan edukasi pada umat. Gaya berdakwah memang macam-macam. Tetapi bila terlalu banyak yang tidak suka bahkan mudharat bagi umat, apakah gaya dakwah macam itu bisa dibenarkan? Carilah guru yang jelas bukan hanya kata-kata bijak sepintas sebab pangung umat tidak boleh diisi oleh orang tersesat.
Kalau mimin ditanya akun dakwah yang baik lagi bijak, sih. Jawabannya sudah pasti dong. @elmahrusy.media heuheuheu… yang kontennya sudah tidak diragukan lagi. selain media pesantren, juga banyak konten yang memuat informasi dengan refleksi ulama salafi.