web analytics

Hari-Hari Bersama Buku

0 0
Read Time:6 Minute, 27 Second

Sejak dulu, sejak lama, sejak kecil: seorang bocah lelaki ingusan yang menginjak kelas 2 SD tampak termangu di hadapan pintu lemari kayu tua lusuh dan berdebu, sebuah lemari besar yang masih tampak gagah, kokoh, dan berwibawa.

Salah satu pintu telinganya berhasil terbuka.

Akal bocah itu menolak tertutup.

Sebongkah kursi plastik berwarna merah ia gapai, dinaikinya, meraih salah satu dari 10 jilid ensiklopedia umum hard cover 21 x 29,7 cm hanya untuk sekedar ingin ambil, ingin lihat, ingin tau.

Also Read: Buku Itu Kita

Buku yang susah payah ia buka lembarnya itu ternyata juga turut tercantum ilustrasi gambar-gambar besar, berwarna, tampak nyata dan mengagumkan. Rasanya jauh lebih keren dari komik-komik horor dua ribuan yang biasa ia beli di seluang atau sepulang sekolahnya. Matanya berbinar.

Semua penjelasan menyesuaikan abjad tercantum di sana. Tampak aneh dan asing. Sama sekali tidak pernah ia temukan di buku LKS pelajaran sehari-hari:

Alexander Agung dan penaklukan Kekaisaran Persia, Napoleon Bonaparte dan Revolusi Prancis, Julius Caesar dan runtuhnya Republik Romawi, Genghis Khan dan Kekaisaran Mongol, Peradaban Sumeria dan awal tulisan manusia, Babilonia serta Kode Hammurabi, Mesir Kuno, piramida, dan mumifikasi; Yunani Kuno: filsafat, demokrasi, dan mitologi; Kekaisaran Romawi dan gladiator; Perang Troya dan legenda Achilles; Perang Salib antara dunia Kristen dan Islam; Kekhalifahan Islam dan Zaman Keemasan Baghdad; Dinasti Ming dan Tembok Besar Tiongkok; Samurai Jepang dan kode bushido; Viking dan pelayaran ke Eropa Utara; Kerajaan Majapahit dan Nusantara kuno; Sriwijaya sebagai pusat maritim Asia Tenggara; Peradaban Maya, Aztec, dan Inca; Penjelajahan Columbus dan Vasco da Gama; Perbudakan dan perdagangan manusia Atlantik;

Revolusi Industri dan mesin uap; Perang Dunia I dan parit perang; Perang Dunia II, Hitler, dan Holocaust; Bom atom Hiroshima dan Nagasaki; Perang Dingin dan perlombaan luar angkasa; Pendaratan manusia di Bulan; Titanic dan tragedi kapal terbesar; Atlantis dan kota-kota hilang misterius; Segitiga Bermuda dan misteri laut; Gunung berapi paling dahsyat di dunia; Gempa bumi dan tsunami besar sepanjang sejarah; Dinosaurus dan kepunahannya; Evolusi manusia purba; Fosil dan arkeologi; Anatomi tubuh manusia; Cara kerja otak manusia; DNA dan genetika; Vaksin dan sejarah kedokteran; Wabah Black Death di Eropa; Penemuan penisilin; Transplantasi organ; Penyakit mematikan dan virus; Hewan paling berbahaya di dunia; Hutan Amazon dan keanekaragaman hayati; Paus biru sebagai hewan terbesar; Serangga yang hidup berkoloni; Gurita dengan tiga jantung; Lubang hitam dan teori relativitas; Tata surya dan planet-planet;

Bintang, galaksi, dan alam semesta; Big Bang dan asal-usul kosmos; Alien dan pencarian kehidupan luar bumi; Isaac Newton dan gravitasi; Albert Einstein dan relativitas; Galileo melawan gereja; Nikola Tesla dan listrik modern; Leonardo da Vinci: pelukis sekaligus ilmuwan; Shakespeare dan sastra dunia; Mozart, Beethoven, dan musik klasik; Mitologi Yunani: Zeus, Hades, Athena; Mitologi Nordik dan Thor; Agama-agama besar dunia; Kitab suci dan sejarah penyebarannya; Misteri Stonehenge; Bahasa-bahasa kuno yang hilang; Kode rahasia dan kriptografi; Robotika dan kecerdasan buatan; Internet dan revolusi digital; Masa depan manusia di Mars; Teknologi kapal selam dan pesawat tempur; Senjata paling berbahaya dalam sejarah; Mata-mata dan spionase dunia; Penjara paling terkenal di dunia; Bajak laut dan harta karun; Monster laut dalam legenda dunia; Psikologi mimpi dan alam bawah sadar; Ilusi optik dan cara otak tertipu; Racun paling mematikan di dunia; Jamur yang bisa “mengendalikan” serangga; Hewan purba raksasa sebelum dinosaurus; Kota bawah tanah kuno; Perpustakaan Alexandria yang hilang; Buku-buku terlarang sepanjang sejarah; Alkimia dan pencarian batu filsuf;

Penyihir dan perburuan sihir di Eropa; Rahasia mumi dan kutukan firaun; Peradaban yang hilang tanpa jejak; Orang-orang paling jenius sepanjang sejarah; Penjara Alcatraz dan tahanan legendaris; Rahasia kode Enigma pada Perang Dunia II; Teori konspirasi paling terkenal di dunia; Fenomena UFO dan Area 51; Eksperimen ilmiah paling gila dalam sejarah; Bencana nuklir Chernobyl; Kehidupan di dasar laut terdalam; Hewan-hewan yang bercahaya dalam gelap; Planet yang hujan berlian; Gunung Everest dan ekspedisi mematikan; Kutub Utara dan Selatan; Suku-suku terasing di dunia; Bahasa tubuh manusia; Mengapa manusia bermimpi; Apakah waktu bisa diperlambat?; Bagaimana internet menghubungkan dunia; Sejarah uang dan perbankan; Mafia dan organisasi kriminal terkenal; Penemuan api dan awal peradaban manusia; Bagaimana manusia pertama bertahan hidup; Rahasia otak jenius Mengapa manusia takut gelap; Sejarah permainan dan olahraga dunia; Olimpiade dari Yunani kuno hingga modern; Film pertama dalam sejarah; Foto tertua yang pernah diambil; Mesin paling besar yang pernah dibuat manusia.

Banyak, kan?

Namanya juga ensiklopedi!

Dari gambar, lalu pada kalimat keterangan kecil di bawahnya, lalu pada penjelasan pendek, hingga penjelasan panjang dan utuh.

Dari satu kalimat ke kalimat yang lain, halaman satu ke halaman lain, lembar satu ke lembar lain, jilid satu ke jilid lain, hingga sepenuhnya selesai 10 jilid tersebut: bocah lelaki ingusan dengan model rambut andalan cepak abrinya itu mulai mencari keseruan di buku lain, bacaan lain.

Lalu mulai berani membeli, mengoleksi dan tetap membaca, hingga menemukan ruang seru lain bernama menulis dan terus-harus membaca.

Ini salah satu tulisannya.

Sejujurnya, saya bukan seorang kutu buku. Bahkan buku yang dibaca tak lebih banyak dibanding dengan buku yang dibeli. Meski saya mengakui bahwa membaca buku juga ada titik bosan dan jenuhnya. Meskipun kita tau, bahwa tidak semua buku bisa kita cintai dengan membacanya sampai tuntas.

Adalah sesuatu fakta yang tidak bisa saya pungkiri, bahwa saya jauh lebih dahulu mencintai dan mengenal membaca dibanding menulis. Namun rasanya, saya juga memiliki cinta yang besar terhadap menulis. Saya ingin menjadi seorang penulis. Menjadi seorang penulis tentu harus banyak menulis. Selain banyak menulis, seorang penulis jelas jauh harus lebih banyak membaca: harus dan terus, suka tidak suka.

Hari ini, tepatnya 24 tahun yang lalu, diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Mempertimbangkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah, Abdul Malik Fadjar selaku Menteri Pendidikan Nasional kala itu, di tahun 2002, berusaha meningkatkannya dengan memilih tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980.

Hingga, di hari buku ini saya belajar dan sadar akan 3 hal:

Pertama, buku merupakan instrumen pendidikan yang efektif dan kompleks. Dalam aspek memahami dan menerapkan, buku menjembatani usaha-usaha dalam aspek membaca, menulis, mendengar, dan berbicara.

Buku mewadahi itu.

Buku menjamin itu.

Semua hasil sesuai usahanya.

“Buku adalah cara terbaik untuk mempelajari masa lalu dan mempersiapkan masa depan.” Nelson Mandela.

Kedua, buku itu memorable.

Buku itu pendengar yang baik. Ia benar-benar bisa kita percayai dengan penuh, tanpa resah dan gelisah, terkhianati dan mati. Ia menyimpan, menjaga, memelihara, mengukir, merekam dan menanam, mengendap dan mendekap, menghimpun dan menyusun, menyemat dan melekat semua sisi diri dan hidup ini.

Menulislah, maka kau akan abadi.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Pramoedya Ananta Toer

Maksud memorable yang lain, bahwa buku adalah sepotong keajaiban, portal yang menghubungkan sekaligus memberi ruang kepada kita untuk berkenal, bertemu, dan berbincang dengan orang-orang di masa lalu; orang-orang yang belum dan tidak akan pernah sempat kita temui.

Buku memberikan yakin dan jamin, bahwa kita bisa kembali bertemu dengan para penulis dan pemikir hebat, dalam maupun luar negeri, melalui karya-karya mereka: buku-buku: cinta kita.

“Buku-buku adalah cara untuk berbicara dengan jiwa yang telah lama meninggalkan kita. Dalam setiap halaman, ada semangat yang abadi, yang berbicara pada kita seperti saat pertama kali dibaca.” Ralph Waldo Emerson.

Ketiga, terakhir, bagi saya, buku itu cantik: mempesona dan menarik.

Sebagaimana orang yang kasmaran dan jatuh cinta, segala hal yang berkaitan dengan buku, jatuh hati saya di sana: toko buku, perpustakaan, bazar, café, ruang tamu, kamar tidur, media sosial, lirik-lirik lagu, puisi balada dan surat-surat cinta anak sekolah, isi kepala yang ramai atau lisan yang sepi di pojok taman sebalik lembar-lembar novel parau.

Saya terkait dan terpaut.

“Aku selalu membayangkan bahwa surga berbentuk perpustakaan.”

Jorge Luis Borges

Sampai pada akhirnya, selamat hari lahir, Buku! Teruslah tertulis dan terbaca untukku. Semoga aku bisa menulis untukmu, dibaca olehmu.

 

 

 

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Buku Itu Kita

Buku Itu Kita

Nasib Pendidikan, Buruh, dan Santri Sepuh

Nasib Pendidikan, Buruh, dan Santri Sepuh

Pendidikan untuk Kaum Buruh: Antara Janji Emansipasi dan Kenyataan Eksploitasi

Pendidikan untuk Kaum Buruh: Antara Janji Emansipasi dan Kenyataan Eksploitasi

Feodalisme dalam Pondok Pesantren: Pilar Adab, Stabilitas, dan Pendidikan Karakter

Feodalisme dalam Pondok Pesantren: Pilar Adab, Stabilitas, dan Pendidikan Karakter

Apalah Arti Sebuah Nama

Apalah Arti Sebuah Nama

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi!

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi!