web analytics

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

0 0
Read Time:2 Minute, 43 Second

Identitas Buku

Nama Buku : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Nama Penulis : Tere Liye
Kategori : Novel
Genre : Romance
Tahun Terbit : 2026
Nama Penerbit : Sabakgrip
Cetakan : Ke-5
Ukuran : 14 x 20 cm
Jumlah Halaman : 519
Nomer ISBN : 978-623-88196-6-8
Harga Buku : Rp.109.000

 

Narasi

Selain Hello dan Sunset Bersama Rosie, novel ini menjadi buku romance Tere Liye selanjutnya yang saya baca.

Also Read: Moby Dick

Sepertinya, kisahnya lebih mudah dijelaskan dari judulnya sendiri.

Kau adalah Mei, gadis Tionghoa yang lahir di Pontianak dan besar di Surabaya.

Aku adalah Borno, pemuda tepian Kapuas yang pekerja keras dan gemar belajar.

Also Read: Pareidolia

Adapun Sepucuk Angpau Merah, adalah kunci dari cerita mereka.

Selepas lulus SMA, Borno mencoba berbagai pekerjaan sebelum akhirnya menjadi pengemudi sepit, perahu bermesin yang menjadi transportasi masyarakat tepian Kapuas.

Di sanalah ia bertemu Mei, seorang gadis yang kembali ke Pontianak untuk mengajar.

Pertemuan itu meninggalkan sesuatu yang tak biasa: sepucuk angpau merah yang dikira Borno sebagai barang tertinggal.

Sejak itu, ia mulai mencari Mei. Perhatiannya tumbuh menjadi kekaguman, lalu cinta.

Pukul 07.15, sepit baris ke-13. Borno bahkan mengatur harinya demi kesempatan bertemu Mei.

Also Read: Orang Aneh

Pelan-pelan, Borno dan Mei semakin dekat. Percakapan kecil, pertemuan di dermaga, hingga momen berdua di atas sungai membuat perasaan Borno semakin bersemi.

Jujur, kisah cinta pertama seorang lelaki berusia 22 tahun ini terasa menarik, terlebih karena usia saya pun sama.

Ada serpihan pemikiran dan perasaan yang terasa terwakilkan. Tentang ketulusan, harapan, dan getirnya senyum ketika cinta tak berjalan sebagaimana mestinya.

Mei kembali ke Surabaya setelah pengabdiannya di sekolah usai. Borno harus menghadapi kehilangan, meski perasaannya belum berubah.

Namun, Borno bukan hanya lelaki yang sedang jatuh cinta. Ia tetap pekerja keras dan pembelajar yang tekun.

Dari membantu di bengkel sahabatnya, Andi, ia terus belajar tentang mesin hingga perlahan membangun kehidupannya sendiri.

Sampai suatu hari, ia mengantar Pak Tua menjalani terapi di Surabaya. Kota itu memberinya kesempatan untuk mencari Mei kembali.

Borno berusaha mencari alamat Mei, tetapi semuanya berujung nihil.

Hingga ia menemukan buku telepon tebal dan mulai menelepon orang-orang bermarga Sulaiman. Tak berhasil, ia mencoba kemungkinan lain: Soelaiman.

Di tengah usahanya, sebuah suara menyapa dari belakang.

Mei.

Namun, pertemuan itu tak serta-merta menyelesaikan segalanya. Sikap Mei yang kerap membingungkan membuat Borno terus bertanya-tanya tentang hubungan mereka.

Sementara itu, hadir Sarah, dokter gigi yang ceria dan suportif, yang membawa warna berbeda dalam kehidupan Borno.

Menjelang akhir cerita, Borno mengetahui bahwa Mei sedang sakit di Surabaya. Ia juga diminta membuka angpau merah yang selama ini tersimpan.

Di dalamnya terdapat surat yang mengungkap rahasia masa lalu kedua keluarga.

Kematian ayah Borno ternyata berkaitan dengan donor jantung untuk ayah Sarah. Ibu Mei, yang menangani operasi tersebut, menyimpan rasa bersalah yang kemudian turut membayangi kehidupan Mei.

Tiba-tiba, angpau yang mengawali pertemuan mereka menjelaskan begitu banyak hal yang selama ini tak dipahami Borno.

Borno menemui Mei yang sedang sakit. Meski telah melewati banyak kebingungan dan kekecewaan, perasaannya tetap tulus.

Bagi saya, novel ini bukan hanya tentang cinta pertama, tetapi juga tentang rahasia, kehilangan, dan usaha memahami seseorang secara utuh.

Borno mengajarkan bahwa hidup tak selalu memberi jawaban secepat yang kita inginkan. Kadang, kita harus menempuh perjalanan panjang untuk memahami sesuatu yang sejak awal berada di dekat kita.

Sebab, sebuah angpau merah ternyata bisa menyimpan lebih dari sekadar cerita cinta.

 

 

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Moby Dick

Moby Dick

Pareidolia

Pareidolia

Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson

Orang Aneh

Orang Aneh

Tangan Kotor Di Balik Layar

Tangan Kotor Di Balik Layar

Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih

Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih