Tuban, Elmahrusy Media. Jam sepuluh malam, bus menyinggah rapi di parkiran. Rombongan putra langsung diarahkan ke area penjemputan becak yang sudah menunggu penumpang. Peserta diarahkan panitia untuk berbaris rapi. Becak pun melaju di jalan raya membelah terpa lampu jalan Kota Tuban. Becak saling salip disambut tawa ceria peserta rombongan Khazanah 2026.
Sampailah kami di masjid agung Tuban dengan cat warna-warni diperindah kemerlip lampu membuat suasana senang dalam hati makin berbunga. Kami melewati gapura kecil untuk sampai ke area makam. Rombongan putra duduk di sebelah kiri dari pintu masuk. Sementara putri di arah sebaliknya, sebelah kanan dari pintu masuk.
Tak lama santri menempati tempatnya segenap keluarga dzuriyah Al Mahrusiyah juga turut masuk ke area Makam Sunan Bonang. Awalnya Agus H. Nabil Ali Ustman duduk paling depan bersiap memimpin tahlil, namun dari belakang datang KH. Melvien Zainul Asyiqien. Microphone pun dipersilahkan Gus Nabil pada Gus Iing. Di tengah tawassul sebagai pembuka bacaan tahlil. KH. Reza Ahmad Zahid ikut menyusul hadir di area makam. Gus Iing yang telah merampungkan bacaan tahlil, mempersilahkan Gus Reza untuk memimpin do’a setelah tahlil. Sholawat Ya Rabbi Bil Musthofa dibacakan sebagai penutup tahlil.
Beranjaklah kami dari area Makam Sunan Bonang. Baris rapi kami guna mempermudah panitia menuntun ke becak yang saling bersambut menjemput penumpang. Kembali cahaya jalanan Kota Tuban membuat hati berbunga menutup perjumpaan kami pada bumi seribu wali malam ini. Sekaligus salam perpisahan pada perjalanan peserta wali lima Khazanah 2026. Jawa Tengah sudah menunggu untuk kami ziarahi. Namun sebelum itu, sesuai agenda dari panitia. Kami dipilihkan tiga masjid, Masjid Besar Al-Mukarromah Juwono, Masjid Baiturrahman Juwono, Masjid Baitu An-Nur Pati.