web analytics

Larangan Bukan Berarti Tak Sayang

0 0
Read Time:1 Minute, 18 Second

“Kadang orang tua melarang itu karena ada sesuatu yang tidak sempat terpikirkan oleh kita, karena kita belum  merasakan menjadi orang tua.”

Ning Hj Etna Iyyana Miskiyah

 

Salah satu tugas  anak kepada orang tua adalah berbakti atau dalam istilah  jawanya adalah manut. Sejatinya tidak ada orang tua yang ingin anaknya celaka, karena orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Dilarang bukan berarti tak sayang. Dalam lingkungan keluarga sudah biasa bukan ketika orang tua melarang anaknya atau ketika kakak melarang adiknya melakukan hal-hal yang berdampak negatif. Karena ketika dilarang berarti disayang.

Larangan itu bukan kekangan, mengapa demikian? Karena larangan akan berujung indah untuk masa depan. Larangan itu pasti mempunyai dasar, misalnya tak mungkin allah melarang meminum minuman keras jika dampak yang diberikan positif, Allah melarang meminum minuman keras karena dampak yang diberikan oleh minuman keras tersebut negatif.

Pasti kalian tidak asing dengan cerita barseso, bukan? Seorang alim yang meninggal suul khotimah. Singkat cerita barseso tergoda oleh setan yang menjelma sebagai seorang yang ahli ibadah, karena merasa iri dengan keimanan setan tersebut barseso akhirnya mengikuti perintah setan untuk meminum minuman keras yang malah berakhir naas. Na’udzubillah.

Also Read: Buku Itu Kita

Jadi jangan pernah berpikir bahwa larangan adalah kekakangan karena larangan adalah bentuk kasih sayang yang diutarakan dengan sebuah ucapan dan diaplikasikan dengan perbuatan. Ada pepatah jawa yang berbunyi sopo manut bakal katut (siapa yang patuh akan ikut), dapat penulis artikan jika kita mematuhi sebuah aturan atau menaati larangan yang diberikan pasti kita akan mendapatkan feedback yang baik. Karena apapun yang dilarang pastinya tidak baik untuk diri sendiri dan masa depan.

 

Wallahu’alam

About Post Author

Ahdatunn

Mahasiswi Tribakti Kediri Sekaligus santri HM Al-Mahrusiyah asal Magelang Jawa Tengah
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Mahasiswi Tribakti Kediri Sekaligus santri HM Al-Mahrusiyah asal Magelang Jawa Tengah

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Hari-Hari Bersama Buku

Hari-Hari Bersama Buku

Buku Itu Kita

Buku Itu Kita

Nasib Pendidikan, Buruh, dan Santri Sepuh

Nasib Pendidikan, Buruh, dan Santri Sepuh

Pendidikan untuk Kaum Buruh: Antara Janji Emansipasi dan Kenyataan Eksploitasi

Pendidikan untuk Kaum Buruh: Antara Janji Emansipasi dan Kenyataan Eksploitasi

Feodalisme dalam Pondok Pesantren: Pilar Adab, Stabilitas, dan Pendidikan Karakter

Feodalisme dalam Pondok Pesantren: Pilar Adab, Stabilitas, dan Pendidikan Karakter

Apalah Arti Sebuah Nama

Apalah Arti Sebuah Nama