web analytics

Mataku Melihat Rupiah

0 0
Read Time:32 Second

Mataku melihat uang di tengah pasar
Kukira sebagai alat tukar yang diakui,
ternyata menjadi sebab mampetnya selokan

Mataku melihat uang di toilet umum
Kukira sebagai pembayaran atas jasa,
ternyata tak ada bedanya dengan tinja

Sore harinya kembali kulihat
Turut hanyut saat air sungai menyambut
Deras turunnya sebab terangkut air terjun

Bukan kasihan akannya
bukan pula miskin aku dibuatnya
melainkan miris terhadap rakyat yang ada
Kukutip uang di dalam selokan
sekadar ingin berkenalan
Dia bilang namanya Rupiah
Kulihat nilainya: Seribu rupiah
terlukis Tjut Nyak Meutia di dalamnya

Hanya bisa mengeluh!
Tanpa mau berpengaruh juga berpeluh
Omongnya, “Angkat rupiah!”
Bahkan mereka saja tak kenal akannya
Tak kenal maka tak sayang

About Post Author

Rahmat Adhy Wicaksana

Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Tak dapat Dimegerti

Tak dapat Dimegerti

Kembali Lagi.

Kembali Lagi.

Seduh Sedih Akomodasi Pribadi Bikin Merintih

Seduh Sedih Akomodasi Pribadi Bikin Merintih

Kamus Dosa

Kamus Dosa

Welcome

Welcome

Last Year and Next Year

Last Year and Next Year