Mataku melihat uang di tengah pasar
Kukira sebagai alat tukar yang diakui,
ternyata menjadi sebab mampetnya selokan
Mataku melihat uang di toilet umum
Kukira sebagai pembayaran atas jasa,
ternyata tak ada bedanya dengan tinja
Sore harinya kembali kulihat
Turut hanyut saat air sungai menyambut
Deras turunnya sebab terangkut air terjun
Bukan kasihan akannya
bukan pula miskin aku dibuatnya
melainkan miris terhadap rakyat yang ada
Kukutip uang di dalam selokan
sekadar ingin berkenalan
Dia bilang namanya Rupiah
Kulihat nilainya: Seribu rupiah
terlukis Tjut Nyak Meutia di dalamnya
Hanya bisa mengeluh!
Tanpa mau berpengaruh juga berpeluh
Omongnya, “Angkat rupiah!”
Bahkan mereka saja tak kenal akannya
Tak kenal maka tak sayang
Lahir di ujung timur Pulau Sumatra. Hidup sederhana sambil melukis menggunakan kata-kata.
Find some desired keywords.