web analytics

Ngaji Syama’il Part 25, Cara Duduk Rasulullah SAW

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">
0 0
Read Time:2 Minute, 41 Second

Ning ochi menjelaskan bahwasanya Khorijah bin zaid RA mengatakan: nabi Muhammad SAW beliau Adalah sosok yang tenang ketika di dalam majlis, beliau hampir tidak bisa mengeluarkan apa pun dari anggota tubuhnya.

Di dalam majlis beliau adalah orang mu’min yang tenang, damai, dan terjaga dari sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT, saling menasehati dalam hal ketaqwa’an, sikap menghormati kepada yang lebih tua dan mengayomi yang lebih muda.

و قوله: لا تؤبن فيه الحرم اي لا  لاتذكر فيه النساء بقبيح ويصان مجلسه عن الرفث وما  يقبح ذكره

Khorijah bin zaid berkata: “Tempat suci tidak boleh dicela di dalamnya” artinya: “Wanita tidak boleh disebut di dalamnya dengan cara yang buruk, dan jama’ahnya harus dijaga dari kecabulan dan segala hal yang buruk untuk disebutkan.”

Ada seorang sahabat bernama Abi Said Al Khudri RA melihat Rasululllah SAW sedang di dalam masjid dengan posisi duduk ihtiba’ sambil mengalungkan ridha’ lalu ditalikan kedalam bentuk posisi duduk beliau. Tidak hanya duduk ihtiba’ saja yang terlihat oleh sahabat beliau, tapi ketika beliau duduk karena aura haibahnya.

Ning ochi menceritakan sebuah kisah ada seorang laki-laki bergemetar ketika hendak bertemu beliau, kemudian nabi Muhammad berkata: kita sama-sama makan dendeng (daging kering)? Jangan sombong, jangan saling membanggakan dengan sesama muslim, akur marang liyane, dan bersikaplah tawadhu’ tutur beliau ning ochi.

Rasulullah SAW memiliki tata cara duduk yang khas dan penuh dengan hikmah.
Meskipun sederhana, cara beliau duduk mengandung banyak makna dan pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya.

Berikut beberapa cara duduk Rasulullah SAW yang patut kita teladani:

  1. Tawaruk (Duduk bersila)

Rasulullah SAW juga sering duduk dengan cara bersila atau tawaruk. Tawaruk adalah cara duduk dengan satu kaki yang dilipat di atas kaki yang lain, dan pantat menempel pada pangkal tumit. Ini adalah cara duduk yang nyaman dan memberikan keseimbangan tubuh yang baik.

  1. Lutut Diangkat Sampai Menempel ke Perut

Cara duduk Rasulullah selanjutnya adalah lutut diangkat sampai menempel ke perut. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, “Aku melihat Rasulullah di dalam masjid, beliau sedang duduk dengan lutut diangkat menempel ke perut”. Ia kemudian berkata, “Ketika aku melihat Rasulullah duduk dengan sangat khusyuk, aku gemetar karena takut” (HR Abu Dawud).

  1. Kaki Ditumpangkan ke Kaki Lainnya

Selain lutut diangkat sampai menempel perut, cara duduk Rasullah berikutnya adalah kaki ditumpangkan ke kaki lainnya.Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis:

أنه رأى النبي صلى الله عليه وسلم مستلقيا في المسجد، وواضعا إحدى رجليه على الأخرى

“Abdullah bin Zaid melihat Rasulullah berbaring di masjid, salah satu kakinya diletakkan di atas kaki yang lain”.

Nabi Muhammad saw ketika menerima pangggilan tidak hanya menjawab panggilan tersebut, namun beliau langsung memberikan semua badannya. Dan ketika hendak bangun dari posisi duduk, beliau menggunakan salah satu tangannya untuk berdiri menuju panggilan tersebut.

kemudian beliau membaca “Kafaratul Majlis” sebagai doa penutup majelis yang bertujuan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kekhilafan atau kecerobohan yang terjadi selama perkumpulan berlangsung, serta sebagai bentuk rasa syukur atas terlaksananya majelis tersebut.

Pada Jumat (5/9/2025) besok menjadi hari istimewa bagi seluruh umat Islam karena diperingati sebagai maulid Nabi Muhammad SAW atau 12 Rabiul Awal 1447 Hijriyah. “pada bulan maulid perbanyaklah menaruh rasa rindu, misalnya dengan membayangkan kisah beliau sebelum tidur” tutu kata beliau ning ochi.

Wallahu a’lam

 

 

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout-key="-hl+e-h-ax+mx" data-ad-client="ca-pub-8525911879235889" data-ad-slot="5239857579">

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Rukun-Rukun Sholat, Kitab Kasyifatus Saja

Rukun-Rukun Sholat, Kitab Kasyifatus Saja

Ngaji Syama’il Part 24: Sifat Rendahnya Hati Rasulullah SAW

Ngaji Syama’il Part 24: Sifat Rendahnya Hati Rasulullah SAW

Tiga Sumber Ketaatan dan Kemaksiatan

Tiga Sumber Ketaatan dan Kemaksiatan

Bahayanya Makan Berlebih Menurut Imam AL-Ghozali

Bahayanya Makan Berlebih Menurut Imam AL-Ghozali

Amalan Agar Bisa Segera Haji

Amalan Agar Bisa Segera Haji

Pesan Habib Abdul Qodir Mauladdawilah: Kunci Kesuksesan Santri Ada di Tangan Para Masyayikh

Pesan Habib Abdul Qodir Mauladdawilah: Kunci Kesuksesan Santri Ada di Tangan Para Masyayikh