web analytics

Resensi Kitab Mukhtashor Abi Jamroh Lil Bukhori

0 0
Read Time:3 Minute, 37 Second

Salah satu dari kitab Kutubus Sittah adalah Shahih Bukhari yang disusun oleh Imam Bukhari dimana beliau menyusunnya selama lebih dari 16 tahun lamanya. Kutubus Sittah sendiri yakni kumpulan enam kitab induk hadis utama dalam tradisi Islam sunni yang disusun oleh para ulama ahli hadis terkemuka pada abad ke-3 Hijriah, dimana kitab-kitab ini merupakan rujukan utama setelah Al-Qur’an yang berisi hadis-hadis shohih dan sunan untuk pedoman hukum syariat.

Shahih Bukhari sendiri merupakan kitab hadis yang disusun oleh Imam bukhari selama lebih dari 16 Tahun, Kitab ini memuat ribuan hadis shahih, ditulis berdasarkan metode verifikasi yang sangat ketat dari segi sanad dan matannya, serta diakui oleh para ulama sebagai referensi hadis tertinggi dalam Islam.

Dari kitab Shahih Bukhari, terdapat salah satu kitab yang meringkas hadis-hadis dari pada kitab Shahih Bukhari yang juga sering diajarkan dan populer dikalangan pesantren Indonesia, kitab yang dimaksud yakni kitab Mukhtasor abi Jamroh. kitab ini dikarang oleh salah satu ulama dari Andalusia yang sekarang dikenal dengan spanyol, yakni Imam Abu Muhammad Abullah bin Sa’ad bin Abi Jamroh Al-Azdi Al-Andalusi.

kitab ini adalah Kumpulan 294 hadis pilihan yang mencakup mengenai pokok keimanan, adab dan kisah hikmah yang dipilih dari hadis-hadis yang terdapat didalam kitab Shahih Bukhari.

Mushonif kitab ini yakni Imam Abu Muhammad, menamai kitab ini dengan nama Jami’ul Nihayah Fi bad’il Khoir Wal Ghoyah. Kitab ini merupakan salah satu karya literatur hadis yang paling banyak diberkati dan diterima secara luas didunia Islam. Imam Abu Muhammad Menyusun kitab ini dengan tujuan utama untuk menjembatani kesenjangan antara banyaknya hadis yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dengan keterbatasan waktu serta kemampuan hidayah masyarakat awam dalam mempelajarinya secara utuh.

Imam Abu Muhammad atau Ibnu bin Jamroh secara sangat selektif memilih sekitar 294 hadis yang dianggap sebagai pilar-pilar utama dalam beragama. metode yang digunakan beliau juga tidak sembarangan, dimana beliau melakukan pertimbangan matang mengenai hadis mana yang paling mencakup prinsip dasar akidah, hukum syariat, dan bimbingan akhlak. dengan jumlah yang relatif sedikit ini menjadikan kitab Mukhtasor abi Jamroh sebagai kitab hadis yang mudah dan memungkinkan untuk dihafal dan tidak membutuhkan waktu terlalu lama, namun tetap mendapatkan esensi dari ajaran Imam Bukhari.

Metode Peringkasan yang diterapkan oleh Ibnu Abi Jamroh juga sangat unik dan efisien. dalam Menyusun kitab, beliau memotong seluruh rantai sanad yang panjang dalam Shahih Bukhari dan hanya menyisakan nama sahabat yang meriwayatkan hadis tersebut langsung dari Rasulullah SAW. Selain itu pula beliau seringkali dalam beberaa hadis hanya mencantumkan bagian teks (matan) hadis yang menjadi inti hukum atau pesan utama, tanpa menyertakan pengulangan atau variasi jalur riwayat yang biasanya ditemukan dalam kitab aslinya. Hal ini membuat kitab Mukhtasor abi Jamroh menjadi kitab yang ringkas, padat dan langsung pada sasaran bagi siapa saja yang ingin mencari petunjuk praktis.

Keberadaan kitab ini didunia pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren di Indonesia, memiki peran yang sangat strategis. Kitab ini seringkali mejadi kitab pertama yang dikhatamkan dan dihafal oleh para santri sebelum mereka diperbolehkan mempelajari kitab-kitab hadis yang lebih tebal seperti Bulughul Maram atau Riyadhus Shalihin. Deengan menguasai Mukhtasor abi Jamroh, seorang santri atau penuntut ilmu dianggap sudah memiliki pondasi atau dasar yang kuat mengenai gaya bahasa hadis dan dasar-dasar hukum yang disepakati oleh para ulama hadis terkemuka.

Selain sebagai materi hafalan, kitab ini juga sering dijadikan sebagai sarana tabarrukan dalam majelis-majelis ilmu. Para ulama meyakini bahwa dengan membacakan hadis-hadis pilihan dari Shahih Bukhori melalui kitab ringkasan ini dapat mengundang Rahmat Allah dan menjauhkan bala dari suatu negeri, karena didalamnya terkandung kalam Nabi yang paling murni dan paling shahih.

Di Indonesia sendiri tradisi pembacaan kitab ini secara kolektif masih sering dilakukan, Khususnya dikalangan pesantren salaf seperti Lirboyo, Sarang dan sebagainya, dimana pembacaan kitab ini dilakukan pada bulan suci Ramadhan. Di Pondok Pesantren HM Al Mahrusiyah sendiri pada tahun ini pembacaan kitab Mukhtasor Abi Jamroh dibacakan oleh KH Reza Ahmad Zahid yang di laksanakan ba’da Tarawih dimana banyak para santri yang menetap maupun santri kilatan yang mengikuti pengajian kitab ini.

Mukhatshor Abi Jamroh adalah sebuah mahakarya yang menunjukan kecintaan seorang ulama terhadap umat Nabi, melalui usaha kerasnya meringkas Shahih Bukhari, Imam Abu Muhammad atau Imam Ibnu Abi Jamroh telah memberikan kunci bagi umat Islam untuk mempelajari ilmu hadis dengan lebih mudah, meskipun berupa ringkasan, kitab ini tetap menjaga kemurnian teks dari kitab Shahih Bukhori, tidak ada pengubahan lafads yang mengurangi nilai orisinalitasnya.

Wallahu a’lam

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
el mahrusy id

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Resensi Lengkap Kitab Wasailul Wushul Ila Syamailir Rasul Karya Syekh Yusuf an-Nabhani

Resensi Lengkap Kitab Wasailul Wushul Ila Syamailir Rasul Karya Syekh Yusuf an-Nabhani

Resensi Dalailul Khoirot: Amalan Shalawat Pembuka Hajat dan Syafaat Nabi Muhammad

Resensi Dalailul Khoirot: Amalan Shalawat Pembuka Hajat dan Syafaat Nabi Muhammad

Kitab Syarah Jurumiyah Paling Ringkas

Kitab Syarah Jurumiyah Paling Ringkas

Resensi Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an

Resensi Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an

Anjuran Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

Anjuran Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban