Bertepatan dengan hari Rabu terakhir di bulan Shofar (11/08) Daru Zainab dan Asrama Daru Rasyidah menggelar pembacaan doa “Rabu Wekasan” kalau orang jawa menyebutnya dan pembacaan surat Yasin sebagai bentuk ikhtiyar kita untuk menolak bala’لدفع البلاء))
Pembacaan doa dilaksanakan tepat pukul 20.30 WIB setelah kegiatan syawir dan ber tempat di Aula Al-Fatah. Acara ini diikuti oleh seluruh santri asrama Daru Zainab dan Asrama Daru Rasyidah dan dipimpin langsung oleh Ning Hj. Ita Rosyidah Miskiyah yang ditemani oleh putri kedua beliau.
Ning Ochi menyampaikan “Semua bulan dalam Islam niku mobarok. Dari Muharram, Shofar, Robiul Awal, Robiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rojab, Sya’ban, Ramadhan, syawal, Dzulqodah dan Dzulhijjah. Yang mana beberapa diantaranya terdapat keutamaan dan rahasia-rahasia Allah yang tidak langsung ditampakan secara dhohir, tetapi dengan memberi ciri-ciri dari hari-hari yang mulia tersebut. Salah satu contoh diantara nya ada malam Lailatul Qodr, dimana semua ibadah yang dilakukan lebih baik dari seribu bulan. Tetapi Allah tidak menyebutkan kapan waktu pastinya, hanya saja Allah memberi ciri-ciri malam ganjil pada akhir bulan Ramadhan. Hal ini ditujukan agar kita tetap terus bersemangat dalam beribadah.”sambut beliau.
Kemudian beliau juga menjelaskan “Saat ini memang bertepatan pada hari Selasa, namun kalau dalam Islam niki sampun masuk pada hari Rabu. Yang mana merupakan hari Rabu terakhir dalam bulan Shofar. Biasanya orang jawa niku menyebutnya “Rabu Wekasan” atau “Rabu Pungkasan”. Amalan yang akan kita baca pada malam ini memang tidak ada dalam dawuh nabi, akan tetapi Ulama’ Akhli Kasyf lah yang menyampaikannya. Ulama Kasyf niku memiliki basyariyah yang dibuka oleh Allah untuk melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Sebagian Ulama’ Kasyf menyampaikan bahwa pada hari Rabu terakhir dibulan Shofar, Allah menurunkan 360.000 macam bala’.”sambung beliau.
Setelah moqodimmah dari beliau tadi, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa, surat yasin (pada ayat سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ dibaca 313 kali) dan ditutup dengan pembacaan sholawat munjiyat dan doa:
اَللهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيئٍ قَدِيْر. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
. وَعَلَى آلِه وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Terakhir beliau meningatkan bahwa “Semua yang diamalkan itu tergantung dari niat kita sendri. Pembacaan doa malam ini berupakan bentuk ikhtiyar dan tawakal kita kepada allah. Karena, kita tidak ada yang tahu kapan allah menurunkan cobaan dan bala’ pada kita. Dan semoga barokah dari pembacaan doa malam ini tidak hanya teruntuk kita sendiri, semoga sampai kepada keluarga, guru-guru, dan terutama orang tua kita dirumah.” Amin ya rabba al-‘alamin
Oleh: Nasywa