web analytics

Dari Pelepah Kurma hingga Mushaf Utsmani: Sejarah Pembukuan Al-Qur’an

0 0
Read Time:2 Minute, 57 Second

Jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas kondisi orang yang sedang membacanya, maka pada pembahasan terakhir ini akan kami spill beberapa anjuran yang harus diperhatikan dalam menulisnya.

Akan tetapi, sebelum masuk ke bagiannya, akan kami berikan sedikit penjelasan tentang mengapa Al-Qur’an bisa dibukukan seperti saat ini. Dalam pembukuan sendiri, kita akan membaginya dalam tiga era, yakni:

Pada Era Rasulullah SAW
Pada era ini, pembukuan Al-Qur’an terjadi karena adanya dokumentasi ayat-ayat Al-Qur’an yang telah turun. Pada masa ini, setiap ayat yang turun langsung dibacakan oleh Nabi Muhammad SAW di hadapan para sahabat, dan mereka menghafalnya secara lisan.

Adapun untuk sesi penulisannya, dilakukan oleh para sahabat pada masa tersebut. Akan tetapi, pada era ini masih banyak keterbatasan media untuk menulisnya. Terbukti dari penggunaan pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, dan berbagai media alam lainnya yang memuat ayat-ayat Al-Qur’an.

Pada Era Abu Bakar Ash-Shiddiq
Pada era sahabat ini, pembukuan dipicu oleh Perang Yamamah yang menyebabkan banyak penghafal Al-Qur’an gugur. Jumlah penghafal Al-Qur’an yang syahid saat itu disebutkan mencapai 50 orang.

Dalam kitab Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an karya Imam Nawawi juga disebutkan hal demikian, sebagaimana berikut:

كان زمن أبي بكر الصديق ﵁ وقتل كثير من حملة القرآن خاف موتهم واختلاف من بعدهم فيه فاستشار الصحابة ﵃ في جمعه في مصحف فأشاروا بذلك فكتبه في مصحف وجعله في بيت حفصة أم المؤمنين

Artinya:
“Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. menjadi khalifah dan banyak penghafal Al-Qur’an terbunuh, beliau khawatir mereka akan wafat seluruhnya dan terjadi perselisihan tentang Al-Qur’an setelah mereka. Maka Abu Bakar bermusyawarah dengan para sahabat ra. untuk mengumpulkannya dalam sebuah mushaf dan mereka menyetujuinya.

Kemudian Abu Bakar ra. menyuruh menulisnya dalam sebuah mushaf dan menyimpannya di rumah Hafsah Ummul Mukminin ra.”

Karena hal inilah, proses pengumpulan Al-Qur’an mulai dilakukan secara sistematis.

Pada Era Utsman bin Affan
Pada era sahabat Utsman, agama Islam telah menyebar luas hampir ke seluruh wilayah. Karena itu, beliau khawatir jika suatu saat terjadi perbedaan pengucapan di antara umat Islam. Dari sinilah beliau berinisiatif membuat standar bacaan dan penulisan Al-Qur’an. Bahkan disebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dengan dialek suku Quraisy pada masa itu.

Hal ini juga selaras dengan yang disebutkan oleh Imam Nawawi dalam salah satu kitabnya:

فلما كان في زمن عثمان ﵁ وانتشر الاسلام خاف عثمان وقوع الاختلاف المؤدي إلى ترك شئ من القرآن أو الزيادة فيه فنسخ من ذلك المجموع الذي عند حفصة الذي أجمعت الصحابة علية مصاحف وبعث بها إلى البلدان وأمر باتلاف ما خالفها وكان فعله هذا باتفاق منه ومن على بن أبي طالب وسائر الصحابة وغيرهم ﵃

Artinya:
“Ketika Islam telah tersebar pada masa pemerintahan Utsman ra., beliau khawatir terjadi perselisihan yang menyebabkan tertinggalnya sebagian ayat Al-Qur’an atau terjadi penambahan di dalamnya. Kemudian Utsman menyalin kumpulan Al-Qur’an yang ada pada Hafsah dan telah disepakati para sahabat ke dalam beberapa mushaf, lalu mengirimkannya ke berbagai negeri serta memerintahkan untuk memusnahkan tulisan yang bertentangan dengannya. Tindakan ini disetujui oleh Ali bin Abi Thalib dan para sahabat lainnya. Mudah-mudahan Allah SWT meridhai mereka.”

Akan tetapi, dalam pengerjaannya beliau tidak melakukannya sendirian. Sahabat Utsman bin Affan dibantu oleh:

  • Zaid bin Tsabit (Ketua)
  • Abdullah bin Zubair
  • Sa’id bin ‘Ash
  • Abdurrahman bin Harits bin Hisyam

Itulah beberapa serba-serbi tentang Al-Qur’an yang telah kami jelaskan pada tulisan-tulisan sebelumnya. Untuk para pembaca sekalian, Al-Qur’an bukanlah kitab yang diturunkan secara langsung sekaligus, melainkan secara bertahap. Dari sini kita dapat mengambil pelajaran bahwa sesuatu yang indah tidak pernah selesai dalam semalam, bahkan dalam sekejap mata.

Wallahu ‘Alam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Dilema antara Puasa Syawal atau Puasa Qadha?

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Disusui Berbagai Wanita Lintas Kabilah, Berikut Hikmah Bagi Dakwah Rasulullah SAW

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Tuntunan Membaca Surat Al-Qur’an dalam Shalat dan Waktu Tertentu

Tuntunan Membaca Surat Al-Qur’an dalam Shalat dan Waktu Tertentu

Steril dari Ragam Pernikahan Masa Jahiliyah, Inilah Bentuk Penjagaan Nur Rasulullah SAW

Steril dari Ragam Pernikahan Masa Jahiliyah, Inilah Bentuk Penjagaan Nur Rasulullah SAW

Dermawan dan Makna Ramadhan

Dermawan dan Makna Ramadhan