web analytics

Rinda-Rindu Kopa-Kopi

0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

Identitas Buku

Nama Buku : Rinda-Rindu Kopa-Kopi
Nama Penulis : Cakcur, Farhan al Fadhil, Bienabbas
Kategori : Sastra
Genre : Romance, Agama, Sosial
Tahun Terbit : 2020
Nama Penerbit : Lembaga Ladang Sastra
Cetakan : Pertama
Ukuran : 14 x 20 cm
Jumlah Halaman : 160
Nomer ISBN : 978-623-7089-77-3
Harga Buku : Rp.-

 

Narasi

Sebagaimana judulnya, buku tersebut pada dasarnya sarat akan rindu dan kopi. Begitu kental. Meskipun para penulis itu menyampaikan dalih dalam Eksepsi:

Also Read: Pareidolia

“Kami mohon Anda tidak berharap buku ini berisi puisi dan segala antitesisnya terhadap rindu dan kopi (lihat saja judulnya. Seperti mengejek penyair yang setia pada frasa rindu dan kopi untuk menumpahkan segala resahnya pada cinta). Kalau ternyata Anda berharap demikian, tutup buku ini mulai sekarang dan lemparkan ke tempat sampah. Eh jangan. Donasikan ke perpustakaan kampung Anda saja. Barangkali ada yang selera bacanya tidak seeksklusif Anda.”

Buku ini merupakan antologi puisi dari 3 orang penyair yang menamai dirinya masing-masing sebagai Cakcur, Farhan al-Fadhil, dan Bienabbas; 3 orang yang gagal dalam menghadapi pertanyaan rindu dan mencari jawabannya pada masa lalu, kini, dan angan-angan. Sepenuhnya putus asa.

Meskipun begitu, mereka tetap mengakui “Memang kami adalah pria-pria yang berbeda dalam banyak hal. Namun kami bersepakat setidaknya dalam satu hal: rindu dan kopi adalah ramuan paling hangat untuk memeluk romansa, agama, bahkan tragedi.”

Mereka menyadari betul, bahwa apa yang mereka sampaikan dalam puisi. Mereka tau dengan lekat perihal kapasitas dan batas-batas yang dimiliki. Bahkan mereka menguitip konsep intelektual sub amatir-nya Edward Said yang menjelaskan, intelektual amatiran ialah mereka yang bekerja tidak terikat pada spesialisasi, yakni murni bergerak atas nama rasa dan kepedulian. Barangkali mereka bernasib demikian.

Terakhir dalam Eksepsi tersebut:

“Apa yang hadir di sini jelas bukan berasal dari seorang professional sastra, yang mempunyai keahlian dan spesialisasi dalam puisi dan kata-kata. Kami hanya ingin terlihat peduli pada realitas, dan ingin membahasakan apa saja yang mungkin, seingat-ingatnya, selugu-lugunya, dan sebahagia-bahagianya.”

Also Read: Orang Aneh

Mereka menulis Eksepsi di Cairo, 27 April 2020.

Dengan ini, akan saya lampirkan puisi-puisi mereka yang begitu terasa manisnya rindu dan pahitnya kopi, hingga menggelitik di telinga

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Pareidolia

Pareidolia

Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson

Orang Aneh

Orang Aneh

Tangan Kotor Di Balik Layar

Tangan Kotor Di Balik Layar

Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih

Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih

Monolog Cinta

Monolog Cinta