web analytics

Ditusuk Rindu Hingga Tulang

0 0
Read Time:1 Minute, 29 Second

Identitas Buku

Nama Buku : Ditusuk Rindu Hingga Tulang
Nama Penulis : Arial Karwa
Kategori : Puisi
Genre : Elegi
Tahun Terbit : 2022
Nama Penerbit : Shira Media
Cetakan : Ketiga
Ukuran : 13 x 19 cm
Jumlah Halaman : 128
Nomer ISBN : 978-602-7760-50-9
Harga Buku : Rp.55.000

 

Narasi

Sebagai seorang pembaca, tidak sedikit benar-benar menang jika dihadapkan dengan rajutan kata yang diberi nama puisi. Suatu hal yang tampak indah dalam kasat mata, menjuntai menyapa, malah pada akhirnya melilit kemudian. Menyesakkan. Hal yang pada awalnya manis, semakin dikecap malah kian tragis.

Also Read: Pareidolia

Begitulah puisi. Meskipun kita tidak benar-benar tau dan paham perihal pesan apa yang ingin disampaikan seorang penulis kepada pembacanya, makna apa yang dipendam begitu dalam untuk berusaha kita gali, meskipun pada akhirnya hanya mampu untuk beberapa keping; begitulah puisi: rasa dan nuansa itu tetap tercium harum. Pekat.

Mengutip sekuntum ciumnya Rabu Pagisyahbana dalam kata pengantar buku ini yang diberi judul Tiga Tusuk Rindu Si Anak Batu:

Ribuan rindu telah selesai ditulis, telah banyak dikupas, terjawab, dan kembali dipertanyakan. Kemudian kita bertanya, bagaimana sebuah rindu terlahir, bekerja, dan mati tergantikan dalam diri seseorang?

Lagi:

‘Ditusuk Rindu Hingga Tulang,’ buku di tangan kita ini adalah mosaik puisi panjang dari perjalanan diri seseorang yang terlibat dalam pergulatan rindu. Arial Karwa di sini, berusaha ketat dalam memberikan batas arti sekaligus memberi kelonggaran akan rindu yang terjadi. Tiga tusuk rindu ia terima: rindu yang ia cari, rindu yang ia temukan, serta rindu yang ia pelajari di tengah perjalanan.

Dan apa yang disampaikan Rabu, benar-benar terpatrikan dalam setiap larik-larik kata yang penuh daya tarik. Apalagi dari setiap puisi, setiap lembar, Arial Karwa juga turut menyulap puisi dalam guratan ilustrasi yang abstrak, absurd, dan magis.

Also Read: Orang Aneh

Jelas saya tidak ingin bersendu gurau seorang diri, kalian juga berhak larut dalam mengheningkan cinta.

About Post Author

Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Penulis Baik Hati, Tidak Sombong, dan Rajin Menabung*

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Pareidolia

Pareidolia

Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson

Orang Aneh

Orang Aneh

Tangan Kotor Di Balik Layar

Tangan Kotor Di Balik Layar

Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih

Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih

Rinda-Rindu Kopa-Kopi

Rinda-Rindu Kopa-Kopi