ترك الشر صدقة
Meninggalkan keburukan itu sama dengan shodaqoh
Nabi Muhammad SAW.
Sedekah sering kali dikenal sebagai salah satu sarana pengalokasian harta dalam jalur yang mulia. Akan tetapi, sedekah sesungguhnya tidak terbatas dengan pundi-pundi rupiah saja. Salah satu hadis Nabi Muhammad SAW. menyebutkan bahwa meninggalkan keburukan juga merupakan bagian sedekah. Menahan diri dari menyakiti, merugikan, mencela, maupun melakukan perbuatan buruk kepada orang lain merupakan kebaikan yang memiliki nilai tersendiri. Menjauhi perilaku buruk kepada diri sendiri maupun kepada orang lain, secara tidak langsung telah menjadi upaya dalam menjaga kerukunan dan perdamaian dalam kehidupan sosial.
Dalam menjalani kehidupan, manusia juga dianjurkan untuk senantiasa mengingat Allah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Mengingat Allah ketika berada dalam kebahagiaan merupakan bentuk syukur, sedangkan mengingat-Nya ketika menghadapi kesulitan merupakan bentuk ketergantungan seorang hamba kepada Tuhannya. Kesadaran tersebut dapat menjaga manusia dari kelalaian dan menguatkan keyakinan bahwa setiap keadaan berada dalam ketentuan Allah.
Ning Hj. Ita Rosyidah Miskiyah dalam kajian Kitab Wasailul Wushul Ila Syamail Rasul menyampaikan bahwa,
“Apa yang telah menjadi bagian seseorang tidak akan tertukar dengan bagian orang lain.”
Di sinilah kesabaran menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan. Sering kali kita merasa tidak mendapatkan hasil dari harapan yang kita pinta, padahal segala sesuatu itu kehendak Allah SWT. Sebagai seorang hamba kewajiban kita adalah berusaha, terkait bagaimana hasilnya kita pasrahkan segalanya kepada Allah SWT. Sebab, ketetapan takdir seseorang tidak akan pernah salah sasaran. Semua orang mendapatkan bagiannya masing-masing. Harapan yang tak kunjung datang bukan berarti tidak tersampaikan akan tetapi perlu sedikit kesabaran untuk merasakan hadirnya pertolongan baik pertolongan tersirat maupun tersurat.
أن النصر مع الصبر , وأن الفرج مع الكرب , و أن مع العسر يسرا
Sesungguhnya pertolongan menyertai kesabaran, dan kelapangan itu bersama kesulitan, dan kesulitan itu bersama dengan kemudahan.
Pertolongan datang bersama dengan kesabaran, sementara kesabaran tidak akan datang tanpa adanya iman. Sebab dengan adanya iman seseorang akan percaya bahwa kesabarannya tidak akan tersia. Dalam hal ini, keimanan tentu berakar pada fondasi akidah yang kokoh, khususnya dalam memahami makna kalimat tauhid “lailahaillallah” yang erat esensinya dengan keesaan Allah SWT. Sebagai dzat yang maha berkehendak, Allah SWT. Memiliki sifat jaiz berupa “fi’lu kulil mumkinin au tarkuhu” bebas berkehandak dengan menetapkan atau meninggalkan sesuatu, begitu pula dalam menentukan takdir hambanya.
Kalimat tauhid tersebut menjadi dasar bagi seorang Muslim untuk menyandarkan hidupnya kepada Allah SWT. Dengan keyakinan tersebut, seseorang belajar untuk bersyukur dalam kelapangan, bersabar dalam kesulitan, dan tetap berusaha tanpa kehilangan kepercayaan kepada ketentuan-Nya.
Kesalehan tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah (hablu minaallah), tetapi juga dengan hubungan kepada sesama manusia (hablu minannaas). Salah satu cara sederhana untuk menumbuhkan kasih sayang adalah melalui kebiasaan saling memberi. Hadiah yang sederhana dapat menghadirkan kegembiraan dan mempererat hubungan antarmanusia. sebab, melalui kebiasaan saling memberi seseorang akan merasa diingat dan disayang, saat itulah momen yang mampu menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama tanpa memandang harga dan rupa hadiah yang diberikan.
Pada akhirnya, kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dengan meninggalkan keburukan, menjaga diri dari kelalaian, bersabar dalam menghadapi ujian, serta menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Sebab, meninggalkan keburukan adalah sedekah, kesabaran adalah jalan pertolongan, dan kebaikan kepada sesama merupakan bagian dari kesalehan yang nyata. Semoga bermanfaat, Wallahu A’lam.