web analytics

Ngaji Syama’il Part 13: Cara Rasulullah Berbicara dan Diam

0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Dijelaskan dari istri Rasulullah SAW Aisyah r.a, “Rasulullah itu jika dawuh tidak cepat-cepat dan jelas, dan pasti dengan ucapan yang jelas dan rinci. Barang siapa yang mendengarkan kalam beliau maka akan hafal atau paham.”

Bait selanjutnya di jelaskan, Rasulullah itu selain tartil pasti ucapannya memahamkan dan mudah di hafal. Kalam beliau itu memahamkan bagi setiap yang mendengarnya.

Di kitab Syama’il juga di jelaskan ketika beliau dawuh itu akan diulangi hingga tiga kali. Dan kala beliau berbicara dengan sahabatnya itu banyak melihat ke atas atau ke arah langit.

Rasulullah juga tidak banyak berbicara. Karena kalau kita menyibukkan sesuatu  untuk hal yang tidak bermanfaat kita akan kehilangan waktu yang manfaat. Dan beliau akan menahan ucapannya dari hal yang sia-sia.

Dijelaskan pula, Rasulullah itu sedikit bicara, jika berbicara hanya seperlunya, tenang ucapannya, teratur, dan enak di dengar. Rasulullah juga akan mengulangi kalimatnya dua kali agar bisa difaham.

Yang Istimewa dari beliau ketika berbicara, beliau akan mengganti omongan yang kurang enak di dengar dengan istilah yang lebih halus.

Ning Ochi juga menambahkan penjelasan indahnya akhlaq Nabi Muhammad kala berbicara yakni, beliau kala berbicara itu jika ada keperluan saja. Dan ketika ada orang yang berbicara buruk Rasulullah pasti akan berpaling. Beliau tidak mau ikut jalsah yang omongannya tidak baik.

Ning Ochi juga menambahkan, “Kalau ghibah itu yang berkelas agar istifadal.” Ning Ochi juga menjelaskan bahwa Rasulullah tidah hanya mengingat Allah ketika memegang tasbih saja melainkan beliau akan mengingat kepada Allah SWT setiap dua langkah.

Selanjutnya, penjelasan tentang dzikir sahabat-sahabat nabi dari Ning Ochi, yang pertama yakni Sayyid Abu Bakar As-Shidiq selalu berdzikir “Laillahaillaallah” karena beliau merupakan sahabat pertama yang mengimani Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kalimat Laillahaillaallah ini sangat besar fadhilahnya, bahkan saking mulianya kalimat tersebu jika di ucapkan dengan benar maka akan mengguncang Arsy. Masyaallah.

Kedua, Sayyid Umar bin Khotob setiap dzikirnya selalu mengucap “Allahuakbar” yang menunjukan watak Sayyidina Umar sebagai sahabat yang tegas, gigih, dan kuat hingga syaithon pun takut.

Ketiga, Sayyidina Utsman setiap dzikirnya mengucapkan “Subhanallah” karena beliau ini dikenal sebagai sahabat nabi yang pemalu.

Yang keempat, Sayyidina Ali setiap dzikirnya selalu mengucap “Alhamdulillah” karena menjadi seorang Sayyidina Ali ini merupakan anugrah yang luar biasa yakni dapat menyunting putri Nabi Muhammad SAW Sayyidah Fatimah Azzahra.

Wallahu a’lam.

 

 

About Post Author

Anisa Fitri Ulhusna

Mengabdi untuk Mengabadi
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Mengabdi untuk Mengabadi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Al-Quran, Antara Keindahan dan Keluasannya

Al-Quran, Antara Keindahan dan Keluasannya

Ngaji Salalimul Fudhola: Membedah Sifat Ghoflah di Balik Tradisi Bukber!

Ngaji Salalimul Fudhola: Membedah Sifat Ghoflah di Balik Tradisi Bukber!

9 Wasiat Penghambaan Diri Dalam Kitab Salalimul Fudhola

9 Wasiat Penghambaan Diri Dalam Kitab Salalimul Fudhola

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

Belajar Adab Al-Qur’an dari Kitab Tibyan Imam Nawawi

 Rokok Membatalkan Puasa, Kok Bisa?

 Rokok Membatalkan Puasa, Kok Bisa?

Golongan Yang Wajib Membayar Fidyah Puasa

Golongan Yang Wajib Membayar Fidyah Puasa