Di dunia yang penuh dengan hingar bingar, entah kenapa akhir-akhir ini telinga kita sedang ramai dengar “Tor monitor ketua, anggota lagi gacor ketua!”
Kita yang sehari-hari ter-tor monitor tor monitor!
Lagu dengan judul asli “Tor Monitor Ketua, Orang Baru Lebe Gacor” itu memang sedang hits akhir-akhir ini. Lagu yang menjadi opsi teratas backsound konten-konten di media sosial itu merambah trend ke realita kehidupan sehari-hari.
Tak ayal, lagu yang dibawakan oleh Ecko Show, Juan Reza, Chesylino itu telah mencapai 29 juta viewers hanya dalam kurun waktu 1 bulan rilis. Fantastis!
Di luar itu, dari hal yang bisa kita gali makna dan petik pelajaran, bahwa setidaknya sepenggal lirik ‘tor monitor’ itu bentuk laporan dan penyampaian pesan.
Kita bisa ambil representasi dan refleksi dari hal itu, untuk pemaknaan dan nilai pembelajaran; dalam tulisan ini.
Perihal ihawal laporan dan penyampaian pesan, kita pasti akan bersinggungan dengan suatu sifat yang bernama amanah. Dari sifat amanah itu, lalu berlanjut pada sikap dan perilaku, sejauh mana kita amanah atau terpercaya dalam menyampaikan laporan dan pesan. Dan tentu saja ada pertanggung jawabannya.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا ٥٨
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa ayat 58)
Selain itu, dalam menyampaikan laporan dan pesan juga bisa berdampak tidak amanah untuk hal-hal yang mengandung fitnah; hoax, berita bohong.
Tidak bisa dipungkiri, di era dengan arus informasi yang begitu deras, berita hoax kian bertebar dan merebak dengan berbagai tujuannya. Dari sikap tidak amanah, bohong, ke namimah, hingga berujung terpecah dan kehancuran. Tentu ini sangat mengerikan!
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثَ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
(رواه البخاري و مسلم)
“Dari Abu Huraiah Ra. dari Nabi SAW bersabda, ‘Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berkata ia berbohong, dan apabila berjanji, ia tidak menepati, dan apabila dipercaya, ia berkhianat’.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan begitu, kita tetap harus cerdas dan bijak dalam menyikapi berbagai pemberitaan yang ada. Karena memang, berita hoax yang bertebaran di luaran, sangat rawan untuk disalapahami yang berujung pada perpecahan dan permusuhan.
Pilih dan pilah untuk dikonsumsi sesuai kebutuhan.
Dr. Fahruddin Faiz memberikan tips untuk kita dalam menyikapi berita dan kabar-kabar yang bertebar, untuk bijak dan teliti, dengan ‘Triple Filter’ ala Socrates.
Socrates selalu mengajukan 3 pertanyaan yang harus dijawab untuk setiap ada berita yang datang kepadanya. Berikut pertanyaannya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ ٦
“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat ayat 6).
Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang yang amanah dalam menyampaikan pesan dan bukan termasuk ke dalam orang yang ‘memberi makan’ dan ‘termakan’ berita-berita hoax.
Mari bijak bermedia sosial!
Wallahu a’lam.