web analytics

Dari Madura ke Medan Perang Dunia: Perjalanan Halim Perdanakusuma

0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

Sejarah aviasi Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sosok mantan pilot pembom di Eropa yang berasal dari Madura. Ia berjasa besar dalam armadanya sebagai pengebom andal.

Dialah seorang pahlawan nasional yang berani terbang pada masa krusial perjuangan melawan penjajah: Halim Perdanakusuma. Ia lahir pada 18 November 1922 di Sampang, Madura, Hindia Belanda. Putra pasangan Haji Abdulgani Wangsotaruno dan Raden Ayu Aisah, cucu Raden Ngabehi Notosubroto. Ayahnya seorang patih Sampang sekaligus penulis karya berbahasa Madura berjudul Batara Rama Sasrabahu.

Pendidikannya dimulai tahun 1928 di sekolah Belanda tingkat dasar, Hollandsch Inlandsche School (HIS) di kota kelahirannya. Ia dikenal cerdas dan pendiam; jarang berbicara, tetapi setiap ucapannya selalu sungguh-sungguh. Walau pendiam, ia rendah hati dan mudah bergaul tanpa memandang status.

Ia kemudian melanjutkan ke Opleidingschool voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA), namun pada tahun kedua keluar dan bergabung dengan pendidikan militer Angkatan Laut Hindia Belanda.

Kisahnya menuju Angkatan Udara Eropa bermula tahun 1939 saat Perang Dunia II pecah. Ketika Belanda diduduki Jerman pada Mei 1940, pemerintah Hindia Belanda mewajibkan wajib militer. Halim yang masih menjadi siswa OSVIA ikut serta dan dikirim menjalani pendidikan opsir Angkatan Laut di Surabaya.

Setelah menyelesaikan latihan, ia resmi menjadi perwira AL Hindia Belanda. Namun kedatangan Jepang memaksa pasukan Belanda mundur ke Cilacap menuju Australia. Di Pelabuhan Cilacap kapal-kapal Belanda diserang Jepang, termasuk kapal torpedo yang ia tumpangi. Ia meloncat ke laut dan diselamatkan kapal Inggris, lalu dibawa ke India. Dari sanalah ia kemudian dimasukkan ke pasukan udara Inggris oleh Laksamana Mountbatten.

Dalam Perang Dunia II ia bertugas di Royal Canadian Air Force pada skuadron pembom Lancaster dan Liberator. Karena keberhasilannya, ia dijuluki “The Black Mascot” (Si Jimat Hitam).

Meski berprestasi di luar negeri, ia tidak melupakan tanah air. Pada 15 Oktober 1945 ia kembali ke Indonesia melalui Tanjung Priok, Jakarta. Awalnya ia sempat dicurigai dan ditahan di Kediri. Namun keadaan genting membuat pemerintah, di bawah Amir Syarifuddin, membebaskannya. R. Soerjadi Soerjadarma kemudian mengajaknya merintis AURI dengan pangkat Komodor Muda Udara.

Kariernya terus naik hingga menjadi Wakil Kepala Staf AURI. Pada 24 Agustus 1947 ia menikah dengan Koesdalina, meski tugas militer membuatnya jarang bersama keluarga.

Ia juga membangun pangkalan udara di Sumatra untuk menghubungkan Jawa–Sumatra serta mempersiapkan perlawanan terhadap Belanda. Dalam misi pembelian senjata ke Singapura dan Thailand, pesawat yang dipilotinya jatuh akibat kabut tebal di Pantai Labuhan Bilik Besar sekitar tahun 1948. Ia gugur bersama Komodor Udara Iswahjoedi yang jasadnya tidak ditemukan.

Atas jasa dan pengabdiannya di dunia aviasi, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan namanya diabadikan pada berbagai fasilitas penerbangan di Indonesia. Itulah kisah singkat putra bangsa pelopor aviasi Indonesia.

Wallahu a‘lam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tagged with:
aviasiPerang Dunia

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
KH Mas Alwi bin Abdul Aziz: Sang Pemberi Nama Nahdlatul Ulama

KH Mas Alwi bin Abdul Aziz: Sang Pemberi Nama Nahdlatul Ulama

Biografi, Kontribusi dan Genealogi Intelektual KH Hasyim As’ari Pada NU

Biografi, Kontribusi dan Genealogi Intelektual KH Hasyim As’ari Pada NU

Mengenal Syaikh Abdulloh Mursyad, Salah Satu Penyebar Islam di Kediri

Mengenal Syaikh Abdulloh Mursyad, Salah Satu Penyebar Islam di Kediri

Sayyidah Maryam Lahir dari Nazar Kesucian

Sayyidah Maryam Lahir dari Nazar Kesucian

Api Perjuangan Kiai Abbas Buntet

Api Perjuangan Kiai Abbas Buntet

Dari Nada ke Nebula: Perjalanan Musisi yang Mengubah Peta Tata Surya

Dari Nada ke Nebula: Perjalanan Musisi yang Mengubah Peta Tata Surya